• +62831-5597-4110 (KSEI FEB UNDIP)
  • ksei.febundip@gmail.com

EKSYARTICLE – Mengenal Perkembangan Teknologi Finansial Syariah di Indonesia

       Teknologi Finansial Syariah (fintech syariah) merupakan kombinasi dan inovasi yang ada dalam bidang keuangan dan teknologi yang memudahkan proses transaksi dan investasi berdasarkan nilai-nilai syariah. Kenyamanan yang ditawarkan fintech berbasis syariah tidak lepas dari karakteristik bisnis syariah yang bersandar kepada pondasi ekonomi syariah, yaitu ketuhanan (ilahiah), keadilan (al-adl), kenabian (an nubuwah), pemerintahan (al khalifah), dan hasil (al maad). Fintech syariah juga menjadi sebuah sub-sektor baru dalam keuangan syariah yang menerapkan prinsip syariah dalam transaksi keuangan dengan menghindari elemen-elemen riba (interest-taking), gharar (spekulasi), dan kegiatan-kegiatan serta hal-hal yang dilarang secara syariah melalui pendekatan dan adopsi teknologi baru.

         Pertumbuhan fintech syariah di Indonesia makin menunjukkan perkembangan positif. Dengan tren yang meningkat positif tersebut, teknologi finansial syariah masih memiliki peluang untuk terus berkembang. Secara proporsi, industri fintech syariah di Indonesia hanya merepresentasikan sebagian kecil dari industri fintech. Hingga akhir Desember 2020, terdapat 10 penyelenggara fintech berbasis syariah dan 1 penyelenggara konvensional yang memiliki produk syariah dari total sebanyak 149 penyelenggara fintech yang sudah terdaftar atau sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK). Dari jumlah tersebut, fintech syariah ini berkembang menjadi lima sektor, yang sebagian besar merupakan startup fintech dengan skema peer-to-peer lending, sedangkan sisanya terdapat crowdfunding, transfer uang, platform trading, dan e-payment.

     Meskipun pertumbuhan fintech syariah belum sebanyak fintech berbasis konvensional, namun fintech syariah diperkirakan akan turut bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, seperti yang diketahui bahwa masyarakat di Indonesia adalah mayoritas muslim dan tentunya solusi keuangan dari fintech syariah juga akan semakin marak diminati. Selain itu, fintech di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena dapat memberi solusi untuk kebutuhan mendesak yang tidak dapat diberikan oleh lembaga keuangan tradisional khususnya fintech syariah. Itu sebabnya antusiasme masyarakat terhadap pertumbuhan praktek ekonomi syariah sangat tinggi, terlebih dengan menjamurnya pendirian lembaga keuangan syariah (LKS) salah satunya adalah Tekfin syariah.

        Di tengah-tengah tantangan pandemi Covid-19 dimana tekanan perekonomian mendorong adanya konsolidasi sektor keuangan Islam melalui merger maupun akusisi, terjadi akselerasi pertumbuhan Tekfin syariah secara global melalui adopsi teknologi automasi, neo-banking maupun platform investasi berbasis online maupun aplikasi (SGIE, 2020).  Layanan pembayaran digital yang sesuai syariah ini mampu mencatatkan pertumbuhan pengguna sampai dengan 200.000 user, serta mencatatkan lebih dari 2 juta transaksi dengan nilai mencapai $20 juta sampai dengan agustus 2020 di tengah tantangan pandemi.

      Adapun beberapa tantangan yang dihadapi oleh fintech syariah, yakni dengan keadaan dimana mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Saat ini ada lebih dari 219 juta muslim di Indonesia, namun SDM (Sumber Daya Manusia) yang memahami akad-akad transaksi yang berlandaskan prinsip syariah masih kurang, hal ini dapat diatasi dengan mulai dikenalkannya akad-akad tersebut kepada masyarakat, apalagi dengan jumlah umat muslim yang sangat banyak seharusnya bisa menjadi suatu peluang dan kemudahan bagi pemerintah dan para pelaku fintech syariah untuk menyebarluaskan ilmu dalam transaksi syariah yang penting untuk diketahui sebagai landasan akad pada implementasi fintech syariah di Indonesia.

   Selanjutnya mengenai kurangnya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat yang ingin menggunakan teknologi fintech. Maka tantangan ini justru akan menjadi peluang juga bagi para pelaku fintech syariah dengan melakukan sinergi antara pemerintah ataupun regulator dalam hal ini Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK) beserta para pelaku fintech syariah untuk membuat suatu bentuk edukasi ataupun workshop serta kunjungan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat desa atau yang masih minim edukasi mengenai fintech. Selain itu juga bisa membekali masyarakat dengan edukasi fintech berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Hal paling prinsip adalah tindakan menghindari dari riba menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap individu yang ingin berpindah dari ekonomi konvensional.

     Di Indonesia, perkembangan pesat serta adaptasi yang masif terhadap fintech ditandai dengan meningkatnya penggunaan e-money dan e-wallet oleh institusi non-bank.

Presentasi Uang Elektronik di Indonesia: Bank vs Non Bank

Sumber: Bank Indonesia

      Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaku fintech yang paling diuntungkan adalah pihak jasa pembayaran, dimana ledakan transaksi online, baik melalui e-commerce maupun channel lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya perusahaan fintech syariah lain, selain Layanan syariah LinkAja, untuk ikut andil dan bermain di jasa pembayaran dalam melengkapi fasilitas pertumbuhan ekosistem ekonomi digital syariah. Di sisi lain, kondisi pandemi dapat dijadikan momentum pembuktian bahwa industri fintech syariah dapat berperan secara maksimal tidak hanya untuk memperbesar pangsa pasar industri, tetapi juga untuk berperan secara aktif dan maksimal dalam membantu perekonomian untuk pulih dan kembali ke track-nya demi menuju Indonesia emas 2045.

 

Daftar Pustaka

Nafiah, R. & Faih, A., 2019. Analisis Transaksi Financial Technology (Fintech) Syariah. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 6(3), pp. 3-6.

Hiyanti, H., Nugroho, L., Sukmadilaga, C. & Fitrijanti, T., 2019. Peluang dan Tantangan            Fintech (Financial Technology) Syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, pp. 5-8.

Rusydiana, A. S., 2018. Bagaimana Mengembangkan Industri FintechSyariah di Indonesia ? Pendekatan Interpretive Structural Model (ISM). Jurnal Al-Muzara’ah, 6(2), pp. 123-125.

Wahyuni, R. A. E., 2019. Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia Melalui           Penyelenggaraan        Fintech Syariah. Jurnal Kajian Hukum Islam, 4(2), pp. 185-192.

OJK, 2020. Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2020. [Online] Available at: https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/laporan-perkembangan-keuangan-syariah- indonesia/Documents/LAPORAN%20PERKEMBANGAN%20KEUANGAN%20SYARI   AH%20INDONESIA%202020.pdf [Accessed 11 october 2021].

Kasri, R. A. et al., 2021. In: Indonesia Sharia Economic Outlook 2021. s.l.:s.n., pp. 200-217.

 

Leave your message