• +62831-5597-4110 (KSEI FEB UNDIP)
  • ksei.febundip@gmail.com

EKSYARTICLE – Wakaf Uang, Instrumen Pendanaan Potensial dalam Upaya Mengatasi Perubahan Iklim

Gambar 1. Ilustrasi Mencairnya Es di Kutub Akibat Perubahan Iklim

Sumber: Gambar Cocoparisienne dari Pixabay

        Dampak perubahan iklim sudah semakin terasa saat ini. Bencana alam akibat perubahan iklim sangat sering terjadi di seluruh dunia. Mulai dari kebakaran besar di Amerika Serikat, banjir yang sangat parah di beberapa negara Eropa dan Tiongkok, serta kekeringan yang terjadi di banyak wilayah di seluruh dunia (Jalal, 2021). Bahkan, di Indonesia sendiri menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 7 dari 10 bencana di Indonesia berkaitan dengan adanya perubahan iklim (Harsono, 2019). Bencana-bencana yang terjadi tersebut hampir semuanya disebabkan cuaca yang ekstrem akibat kenaikan suhu bumi. Kenaikan suhu bumi mengakibatkan cuaca yang tidak menentu, tenggelamnya wilayah pesisir akibat kenaikan permukaan air laut, kesehatan manusia, dan cuaca ekstrem sehingga menyebabkan bencana-bencana seperti yang disebutkan sebelumnya (KLHK, 2017). Peningkatan suhu bumi ini sesuai dengan Laporan Penilaian Keenam IPCC yang menyebutkan bahwa temperatur bumi telah meningkat hingga 1,09 derajat celsius dan diperkirakan akan terus meningkat hingga menjadi 3,3-5,7 derajat celsius pada tahun 2100 jika tidak ada langkah ambisius untuk mengatasinya (AEER, 2021). Melihat kenyataan tersebut, Indonesia harus bertindak juga dengan berbagai upaya terkait perubahan iklim, baik dari pemerintahan maupun masyarakat.

       Banyak upaya yang dapat dilakukan, seperti penggunaan energi terbarukan, perlindungan dan reboisasi hutan, edukasi menyeluruh mengenai perubahan iklim, dan pendanaan terhadap proyek-proyek pencegahan pemanasan global. Keseluruhan upaya tersebut membutuhkan dana yang pastinya tidak sedikit dan harus diupayakan secara bersama-sama. Dalam hal ini, terdapat instrumen pendanaan yang sangat potensial di Indonesia dan dapat digunakan untuk usaha mengatasi perubahan iklim. Instrumen pendanaan tersebut adalah wakaf, khususnya wakaf uang. Wakaf uang sendiri merupakan wakaf bagian dari filantropi islam wakaf berbentuk uang.

Mengapa wakaf uang sangat potensial untuk digunakan sebagai instrumen pendanaan perubahan iklim?

       Seperti yang diketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sehingga jumlah wakaf yang kemungkinan akan didapatkan juga sangat besar. Data menyebutkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia setiap tahunnya mencapai Rp 188 Triliun (Hiyanti et al., 2020). Data potensi tersebut didukung juga dengan asumsi penghitungan potensi wakaf uang dengan asumsi seperti yang tertera pada tabel berikut.

       Dapat dilihat bahwa potensi wakaf uang selalu berkembang setiap tahun dengan didasarkan perkembangan jumlah penduduk muslim setiap tahunnya. Potensi angka yang besar tersebut juga didukung dengan beberapa faktor lain yang membuat wakaf uang menjadi sangat potensial. Salah satunya didukung dengan laporan yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara paling dermawan di dunia menurut Charities Aid Foundation (Perhimpunan Filantropi Indonesia, 2021). Wakaf sendiri juga merupakan ibadah bagi umat muslim yang mendatangkan pahala yang abadi selama apa yang diwakafkan memberikan kemanfaatan sehingga membuat potensi masyarakat muslim Indonesia untuk berwakaf juga semakin tinggi. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendukung penuh wakaf uang dengan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai langkah transformasi pengelolaan wakaf uang di Indonesia. Terkait penggunaan wakaf untuk lingkungan, sebenarnya sudah terdapat gerakan yang baru saja diinisiasi, yaitu Gerakan Green Waqf. Meskipun demikian, gerakan ini juga perlu untuk digencarkan dan dikampanyekan ke seluruh masyarakat Indonesia sehingga potensi-potensi wakaf yang ada dapat termanfaatkan.

        Dengan demikian, pemanfaatan wakaf uang yang sangat potensial ini tentu perlu untuk dilakukan untuk tujuan mengatasi perubahan iklim. Pemanfaatan wakaf uang sebagai instrumen pendanaan dalam mengatasi perubahan iklim bisa dibilang menjadi wujud sinergi antara masyarakat dengan pemerintah dalam melawan perubahan iklim. Bagi umat muslim sendiri, usaha mengatasi perubahan iklim merupakan bentuk peran kita sebagai khalifah di bumi yang salah satunya dapat dilakukan dengan wakaf ini. Meskipun demikian, seharusnya tidak ada alasan lagi bagi seluruh umat manusia untuk tidak peduli terhadap perubahan iklim yang terjadi karena bumi adalah tempat tinggal kita dan kitalah yang harus menjaganya.

 

 

DAFTAR REFERENSI

AEER, 2021. Laporan Penilaian ke 6 Panel Iklim Antara Pemerintah (IPCC) Syaratkan Tidak Bangun PLTU Baru agar Selamat dari Perubahan Iklim [WWW Document]. Siar. Pers Koalisi Bersihkan Indones. URL http://aeer.info/laporan-penilaian-ke-6-panel-iklim-antara-pemerintah-ipcc-syaratkan-tidak-bangun-pltu-baru-agar-selamat-dari-perubahan-iklim/

Harsono, F.H., 2019. 7 dari 10 Bencana di Indonesia Terkait Perubahan Iklim. Liputan6.

Hiyanti, H., Afiyana, I.F., Fazriah, S., 2020. Potensi Dan Realisasi Wakaf Uang di Indonesia Tahun 2014-2018. J. Ilm. MEA (Manajemen, Ekon. dan Akuntansi) 4, 77–84.

Jalal, 2021. Indonesia dan Laporan Penilaian Keenam IPCC, Bagaimana Harusnya Kita Berubah? [WWW Document]. Mongabay. URL https://www.mongabay.co.id/2021/08/25/indonesia-dan-laporan-penilaian-keenam-ipcc-bagaimana-harusnya-kita-berubah/

KLHK, 2017. Dampak & Fenomena Perubahan Iklim [WWW Document]. KLHK. URL http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/dampak-fenomena-perubahan-iklim

Perhimpunan Filantropi Indonesia, 2021. Indonesia Kembali Jadi Negara Paling Dermawan di Dunia [WWW Document]. Filantropi.or.id. URL https://filantropi.or.id/indonesia-kembali-jadi-negara-paling-dermawan-di-dunia/

Leave your message