• 0896-6205-4692 (Bahrul)
  • ksei.febundip@gmail.com

EKSYARTICLE – Pentingnya Literasi Keuangan Syariah dalam Menjadikan Indonesia sebagai Pusat Keuangan dan Ekonomi Syariah Dunia

A. Pendahuluan

    Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah umat muslim di Indonesia mencapai 229,62 juta jiwa (Toni, 2020). Hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu pusat keuangan dan ekonomi Syariah dunia. Dalam mencapai hal tersebut maka diperlukan dukungan melalui peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia.  Berdasarkan peraturan OJK, Nomor 76 /POJK.07/2016 menyatakan  bahwa Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Berdasarkan data dari OJK di setiap 100 penduduk di Indonesia hanya terdapat 21 orang yang well-literate (indeks literasi keuangan 21,84%). Demikian halnya untuk inklusi keuangan, dari 100 penduduk Indonesia, hanya 59 orang yang memiliki akses terhadap produk/layanan jasa keuangan (indeks inklusi keuangan 59,74%) (OJK, 2017). Selain itu, untuk literasi keuangan syariah sendiri berdasarkan data dari OJK literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah yaitu pada 10 ribu orang hanya terdapat 2 orang yang memiliki tingkat literasi keuangan syariah yang baik (Nasution & AK, 2019).

Maka dari itu, dengan segala potensi yang ada diperlukan peningkatan literasi keuangan syariah untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan dan ekonomi syariah dunia. Hal ini pun tidak lepas dari peran mahasiswa dalam meningkatkan literasi serta dalam mencerdaskan masyarakat sekitar.

B. Isi

    Salah satu hal yang menyebabkan kondisi literasi keuangan Syariah yang rendah tersebut adalah penduduk Muslim Indonesia sebagai mayoritas tidak dapat merasakan secara langsung dampak positif ekonomi keberadaan keuangan Syariah. Maka dari itu, diperlukan sebuah upaya untuk dapat meningkatkan literasi keuangan syariah terutama pada generasi muda sebagai ujung tombak bangsa.

Gambar 2.1 Pembagian Usia dan Fase Materi Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNKS, 2019)

    Dalam hal ini, penulis membagi upaya tersebut kedalam dua langkah khusus yaitu pada usia 16-18 tahun dan usia 19-23 tahun. Pada fase 16-18 tahun diperlukan sebuah pembelajaran pengetahuan lanjutan ekonomi dan keuangan Syariah disertai dengan latihan praktek. Materi ekonomi dan keuangan Syariah yang dipelajari pada tahap ini adalah zakat dan pajak, hukum Islam dan hukum positif, kurban dan akikah, ekonomi Syariah, dan memahami beberapa akad yang halal dan yang haram seperti riba, gharar, mahysir, haram, dzolim, dharar. Pengetahuan ekonomi dan keuangan Syariah pada masa ini yaitu pemahaman fungsi perekonomian halal dan lembaga-lembaga keuangan Syariah komersil dan sosial dalam keuangan pribadi dan keluarga. Sedangkan  pada fase usia 19-23 tahun diharapkan melalui pembekalan terkait  pemahaman aqidah pada fase sebelumya dapat menanamkan aqidah yang benar, mengevaluasi kesalahan, menjaga keimanan. Pada masa ini, individu sudah memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan pribadi yaitu mulai berpartisipasi dalam usaha meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjaga lingkungan hidup melalui gaya hidup yang sesuai Syariah. Pengetahuan Syariah diaplikasikan dalam hal kemampuan mengambil keputusan keuangan berdasarkan informasi yang tepat, melakukan negosiasi, dan memahami dampak keputusan tersebut bagi kondisi pribadi, keluarga, kelompok, masyarakat, dan lingkungan.

C. Penutup

    Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sudah seharusnya umat Islam Indonesia dapat memberikan peran dalam menyajikan sebuah literasi keuangan yang baik. Dalam hal ini, peran kita sebagai mahasiswa atau kaum intelektual sangatlah besar untuk dapat membawa masyarakat paham dan turut merasakan arti penting keberadaan ekonomi syariah. Tentunya, hal ini dikukan untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan dan ekonomi syariah dunia.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

KNKS, 2019. STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN MATERI EDUKASI UNTUK PENINGKATAN LITERASI EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH, Jakarta: Direktorat Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Nasution, A. W. & AK, M. F., 2019. Analisis Faktor Kesadaran Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Keuangan dan Perbankan Syariah. EQUILIBRIUM: Jurnal Ekonomi Syariah, 7(1), p. 43.

OJK, 2017. Siaran Pers: OJK: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat. [Online]
Available at: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Siaran-Pers-OJK-Indeks-Literasi-dan-Inklusi-Keuangan-Meningkat.aspx
[Accessed 26 Maret 2021].

Toni, H., 2020. Dakwah Syarikat Islam dan Kontribusinya dalam Masyarakat Indonesia. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 20(2), p. 222.

 

 

 

Leave your message