• 0896-6205-4692 (Bahrul)
  • ksei.febundip@gmail.com

NARRATIVE REVIEW: LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA PONDOK PESANTREN DI INDONESIA

NARRATIVE REVIEW: LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA PONDOK PESANTREN DI INDONESIA

Biro Penelitian dan Pengembangan Prestasi Kelompok Studi Ekonomi Islam; Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah

 

ABSTRAK

 

Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Akan tetapi, hal ini tidak berbanding lurus dengan tingkat literasi keuangan syariah. Hasil survei OJK pada tahun 2016 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah masih sangat rendah yaitu 8,11 persen. Dalam hal ini, pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam khas Indonesia idealnya memiliki tingkat literasi keuangan syariah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan syariah pada pondok pesantren di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah narrative review dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan metode ini didapatkan 10 artikel yang hasilnya sesuai dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah pada pondok pesantren masih belum merata dan didapatkan delapan faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah.

Kata kunci: literasi keuangan syariah, pondok pesantren

 

ABSTRACT

 

Indonesia is a predominantly Muslim country. However, this is not directly proportional to the level of its sharia financial literacy. The results of OJK survey in 2016 showed that the sharia financial literacy index for Indonesia is still very low at 8.11 percent. In this case, islamic boarding school as a typical Islamic educational institution of Indonesia ideally has a good level of sharia financial literacy. This research aims to determine the condition of sharia financial literacy in islamic boarding schools in Indonesia and the factors that influence sharia financial literacy. The research method used in this study is narrative review with inclusion and exclusion criteria. With this method obtained 10 articles whose results correspond to the theme of research. The results showed that sharia financial literacy in boarding schools is still uneven and found eight factors that influence sharia financial literacy

Keywords: sharia financial literacy, islamic boarding school

 

PENDAHULUAN

 

OJK dalam Muhammad Khozin Ahyar (2018) mengartikan literasi keuangan sebagai seperangkat aktivitas atau proses dalam peningkatan keyakinan, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat secara umum sehingga pengelolaan keuangan mereka dapat terkelola dengan lebih baik. Dalam hal ini, OJK mengklasifikasikan tingkat literasi keuangan seperti yang tertera di tabel berikut.

 

Tabel 1. Tingkat Literasi Keuangan

 

Kategori Aspek Well

Literate

Sufficient

Literate

Less

Literate

Not

Literate

Keterampilan dalam menggunakan produk/jasa

keuangan

 

V

 

X

 

X

 

X

Fitur, manfaat, risiko, serta

hak dan kewajiban

V V X X
Produk dan jasa keuangan V V V X
Pengetahuan dan keyakinan

tentang LJK

V V V V

Sumber: OJK dalam Ahyar (2018)

Sementara itu, literasi keuangan syariah sendiri merupakan kesanggupan atau kecakapan seseorang mengenai penerapan dan pemahaman yang diperlukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (Asyhad dan Handono, 2017). Beberapa aspek yang termasuk ke dalam konsep keuangan syariah yaitu perencanaan keuangan, pengelolaan harta dan uang seperti dana pensiun, asuransi, dan investasi. Disamping itu, konsep keuangan syariah juga memiliki aspek sosial yang diimplementasikan dalam kegiatan infaq, wakaf, dan sedekah. Indikator untuk menilai tingkat literasi keuangan syariah yaitu pemahaman terkait produk dan jasa berikut akadnya, kepemilikan rekening di lembaga keuangan syariah, pengetahuan tentang bagi hasil dan jaminan. Berkaitan dengan hal tersebut, hasil survei OJK pada tahun 2016 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah masih sangat rendah yaitu 8,11 persen yang berarti hanya terdapat 8 dari 100 orang yang

 

memahami sektor jasa keuangan syariah (OJK, 2016). Berikut adalah grafik rincian dari tingkat literasi keuangan syariah berdasarkan data OJK pada 2016.

Gambar 1. Tingkat Literasi Keuangan Syariah Indonesia Tahun 2016 (OJK, 2016) Di samping itu, salah satu lembaga pendidikan yang berperan besar dalam pendidikan islam adalah pondok pesantren. Berdasarkan data Kementerian Agama RI pada tahun 2019 terdapat 26.973 pondok pesantren tersebar di seluruh Indonesia (Kementerian Agama RI, 2019). Pesantren merupakan lembaga pendidikan dengan sistem tradisional yang berperan sebagai basis penyebaran sistem pendidikan madrasah di Indonesia. Pondok pesantren berperan sebagai salah satu ujung tombak dari terselenggaranya pendidikan agama Islam yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama Islam yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran dan Hadits Nabi SAW. Hal ini karena sampai saat ini pesantren masih menjadi institusi pendidikan Islam yang paling besar dan berpengaruh serta menjadi pusat pengkaderan ulama

dan da’i yang legitimed di masyarakat.

 

Melihat fenomena dan urgensi dari masalah tersebut, maka peneliti mengambil tema narrative review mengenai “Literasi Keuangan Syariah pada Pondok Pesantren di Indonesia”. Adapun tujuan peneliti dalam penelitian narrative review ini adalah untuk mengetahui kondisi literasi keuangan syariah pada pondok pesantren di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah.

 

METODE PENELITIAN

 

Penelusuran artikel publikasi dilakukan pada jurnal-jurnal nasional yang terindeks dan juga sumber-sumber data sekunder milik lembaga resmi. Untuk mencari artikel publikasi dalam portal, digunakan kata kunci yang dipilih: literasi keuangan syariah, literasi keuangan syariah pada pondok pesantren, pondok pesantren, dan keuangan syariah. Artikel atau jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi diambil untuk selanjutnya dianalisis. Narrative Review ini menggunakan literatur terbitan tahun 2015-2020 yang dapat diakses full-text sejumlah 30 jurnal. Kemudian setelah dilakukan screening, didapatkan 10 artikel yang hasilnya sesuai dengan tema penelitian. Jurnal yang sesuai dengan kriteria dan terdapat hubungan dengan tema penelitian berupa literasi keuangan syariah, pondok pesantren, dan faktor lainnya terhadap output keuangan syariah yang ada kemudian ditelaah. Kriteria jurnal yang terpilih adalah jurnal yang didalamnya terdapat tema hubungan antara tingkat literasi dengan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Tabel 2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Penelitian

 

Kriteria Inklusi Artikel –                              Artikel yang memiliki DOI (Digital Object Identifier)

–                              Artikel yang terbit dalam rentang waktu 2015-2020

–                              Artikel yang bersumber dari portal publikasi jurnal yang terindeks, baik nasional maupun internasional

–                              Artikel yang membahas mengenai hubungan antara tingkat literasi dengan faktor-faktor yang memengaruhinya

–                              Artikel menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris

–                              Data-data sekunder lain yang bersumber dari lembaga-

lembaga resmi

Kriteria Eksklusi Artikel –          Artikel yang tidak memiliki DOI

–          Artikel yang bersumber dari portal publikasi jurnal yang tidak terindeks

–          Artikel yang terbit sebelum tahun 2015

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

  1. Perkembangan Jumlah dan Perkembangan Pondok Pesantren di Indonesia Berdasarkan data terakhir dari Kementerian Agama (2019), terdapat

26.973 pondok pesantren yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dari data tersebut juga disebutkan bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak dengan 8.343 pondok pesantren, sementara Provinsi Maluku memiliki jumlah pondok pesantren paling sedikit dengan 16 pondok pesantren. Sementara itu, dari jumlah tersebut didapatkan jumlah santri sebesar 2.558.275 santri di seluruh Indonesia dengan rincian 1.411.763 santri yang bermukim (menetap) dan 1.146.512 santri yang tidak bermukim (Kementerian Agama RI, 2019).

  1. Kondisi Literasi Keuangan Syariah pada Pondok Pesantren di Indonesia Dalam menganalisis kondisi keuangan syariah di pondok pesantren

yang berlokasi di Indonesia, peneliti mencoba mengambil beberapa sampel literatur yang meneliti kondisi literasi keuangan syariah di beberapa pondok pesantren. Berdasarkan penelitian (Qomaro & Septiana, 2017) yang meneliti tentang “Tinjauan Literasi Keuangan bagi Santri Pondok Pesantren Madura: Studi Kasus Pondok Pesantren Syaichona Kholil Kabupaten Bangkalan”, didapatkan simpulan bahwa secara umum tingkat literasi keuangan di pondok pesantren tersebut tergolong baik karena mampu menanamkan nilai-nilai agama dalam berekonomi di kehidupan bermasyarakat sehingga bisa dikatakan sudah menerapkan prinsip syariah dalam pelaksanaannya. Selanjutnya penelitian dari (Mustofa & Zainollah, 2018) tentang “Analisis Persepsi Pondok Pesantren Terhadap Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo)” bahwa literasi keuangan syariah pada masyarakat santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diwujudkan dari pemahaman tentang lembaga keuangan syariah, yaitu bank syariah ditinjau dari pendekatan budaya, sosial, pribadi dan psikologis, adalah positif terhadap bank syariah atau bisa dikatakan tergolong baik untuk produk dan jasa keuangan syariah tersebut.

Sementara itu, penelitian (Ahyar, 2018) yang meneliti tentang “Literasi Keuangan Syariah dan Pondok Pesantren (Studi Kasus Pondok Modern Asy-

 

Syifa Balikpapan)”, didapatkan hasil penelitian bahwa literasi keuangan syariah di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Balikpapan tergolong rendah atau less literate dikarenakan obyek penelitian hanya memahami mengenai produk atau jasa keuangan syariah yang mereka gunakan. Kemudian, penelitian dari (Syathiri, 2020) mengenai “Pendidikan Literasi Keuangan Syariah bagi Santri Pondok Pesantren Darul Iman Desa Seri Kembang, Muara Kuang Ogan Ilir” menyebutkan bahwa sebelum dilakukan pemberian pendidikan literasi keuangan syariah terhadap santri Pondok Pesantren Darul Iman, didapatkan rata-rata skor pre-test (pemberian soal sebelum perlakuan) sebesar 7,6 dari 15 soal dengan jawaban benar atau hanya sekitar 51 persen. Hal tersebut membuat literasi keuangan syariah di pondok pesantren tersebut masih tergolong rendah.

  1. Faktor-faktor yang memengaruhi Literasi Keuangan Syariah

Dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah, peneliti juga menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan secara umum. Berdasarkan penelitian dari (Nasution, 2019) mengenai “Analisis Faktor Kesadaran Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Keuangan dan Perbankan Syariah”, menyebutkan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi kesadaran literasi keuangan syariah, yaitu orang tua, pengetahuan, perilaku ekonomi, serta gender dan teknologi informasi. Lalu, penelitian dari (Soraya & Lutfiati, 2020) tentang “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi’iyah)” menjelaskan bahwa didapatkan empat faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap literasi keuangan khususnya pada mahasiswa, yaitu jenis kelamin, IPK, pendapatan orang tua, dan pengalaman kerja.

Kemudian, penelitian dari (Suryanto & Rasmini, 2018) yang berjudul “Analisis Literasi Keuangan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Survey pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah di Kota Bandung) menemukan bahwa ada tiga faktor yang secara simultan berpengaruh terhadap literasi keuangan pelaku UMKM di Kota Bandung, yaitu usia, tingkat pendidikan, dan pendapatan usaha. Sementara itu, dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa terdapat dua faktor yang berpengaruh secara parsial

 

terhadap literasi keuangan pelaku UMKM di Kota Bandung, yaitu tingkat pendidikan dan pendapatan usaha. Selanjutnya, penelitian dari (Mahaeni et al., 2020) yang meneliti tentang “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan dalam Penggunaan Produk dan Jasa Lembaga Keuangan (Studi pada Mahasiswa Aktif Semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa)” menemukan bahwa didapatkan tiga faktor yang secara simultan berpengaruh positif terhadap literasi keuangan mahasiswa aktif semester lima Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, yaitu jenis kelamin, pendapatan orang tua, dan daerah asal. Selain itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa hanya didapatkan satu faktor di antara ketiga faktor yang sudah disebutkan sebelumnya yang secara parsial berpengaruh terhadap obyek yang diteliti, yaitu jenis kelamin.

Terakhir, penelitian dari (Yusnita & Abdi, 2018) yang mengangkat topik penelitian literasi keuangan yang berjudul “Pengaruh Faktor Demografi terhadap Literasi Keuangan” yang menjelaskan bagaimana pengaruh faktor demografi terhadap tingkat literasi keuangan pelaku UMKM bengkel sepeda motor yang berlokasi di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa terdapat satu variabel demografi yang berpengaruh terhadap literasi keuangan, yaitu tingkat pendapatan. Sementara itu, variabel lain seperti tingkat pendidikan, lama usaha, dan usia tidak berpengaruh terhadap literasi keuangan.

 

PENUTUP

 

Berdasarkan hasil studi literatur yang dilakukan, dapat disimpulkan dua simpulan sesuai tujuan penelitian ini sebagai berikut.

  1. Literasi keuangan syariah di beberapa pondok pesantren di Indonesia berdasarkan studi literatur yang dilakukan masih belum merata dikarenakan ada pondok pesantren yang literasi keuangan syariahnya tergolong baik dan ada juga yang masih tergolong
  2. Terdapat delapan faktor yang dapat memengaruhi literasi keuangan secara umum, termasuk literasi keuangan syariah. Faktor-faktor tersebut diantaranya: orang tua, pengetahuan, perilaku ekonomi, jenis kelamin, teknologi informasi, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan tingkat

Penelitian ini dapat dijadikan acuan literatur yang ringkas bagi peneliti yang meneliti topik terkait mengenai literasi keuangan syariah pada pondok pesantren di Indonesia dan juga dapat dijadikan acuan bagi stakeholder terkait dalam menentukan kebijakan peningkatan literasi keuangan syariah, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahyar, M. K. (2018). LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN PONDOK PESANTREN (STUDI KASUS PONDOK MODERN ASY-SYIFA BALIKPAPAN). ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam, 9(2). https://doi.org/10.32678/ijei.v9i2.107

Asyhad, M., & Handono, W. A. (2017). Urgensi Literasi Keuangan Syariah pada Pendidikan Dasar. MIYAH: Jurnal Studi Islam, 13(1), 126–143. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33754/miyah.v13i01.124.g94

Kementerian Agama RI. (2019). Statistik Pondok Pesantren di Indonesia.

Pangkalan Data Pondok Pesantren. https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pdpp/statistik

Mahaeni, N. K. K. N., Jayawarsa, A. A. K., & Bagiada, K. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Literasi Keuangan Dalam Penggunaan Produk Dan Jasa Lembaga Keuangan. Warmadewa Economic Development Journal (WEDJ), 3(2), 59–64. https://doi.org/10.22225/wedj.3.2.2270.59-64

Mustofa, & Zainollah. (2018). Analisis Persepsi Pondok Pesantren Terhadap Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo). RELASI : JURNAL EKONOMI, 14(2). https://doi.org/10.31967/relasi.v14i2.264

Nasution, A. W. (2019). ANALISIS FAKTOR KESADARAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH MAHASISWA KEUANGAN DAN PERBAKAN

SYARIAH. Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 7(1), 40. https://doi.org/10.21043/equilibrium.v7i1.4258

OJK. (2016). SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016.

Otoritas Jasa Keuangan RI. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan- kegiatan/siaran-pers/Documents/Pages/Siaran-Pers-OJK-Indeks-Literasi-dan- Inklusi-Keuangan-Meningkat/17.01.23 Tayangan Presscon nett.compressed.pdf

Qomaro, G. W., & Septiana, A. (2017). TINJAUAN LITERASI KEUANGAN

 

BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN MADURA: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN SYAICHONA KHOLIL KABUPATEN

BANGKALAN. JES (Jurnal Ekonomi Syariah), 2(1), 39–49. https://doi.org/10.30736/jes.v2i1.26

Soraya, E., & Lutfiati, A. (2020). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LITERASI KEUANGAN. Kinerja, 2(02), 111–134.

https://doi.org/10.34005/kinerja.v3i01.966

 

Suryanto, S., & Rasmini, M. (2018). ANALISIS LITERASI KEUANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA. Jurnal Ilmu Politik

Dan Komunikasi, 8(2). https://doi.org/10.34010/jipsi.v8i2.1336

 

Syathiri, A. (2020). PENDIDIKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL IMAN DESA SERI

KEMBANG, MUARA KUANG OGAN ILIR. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 8(1), 921–925. https://doi.org/10.37061/jps.v8i1.12407

Yusnita, R. R., & Abdi, M. (2018). Pengaruh Faktor Demografi terhadap Literasi Keuangan. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 2(1), 163–184. https://doi.org/10.31539/costing.v2i1.388

Leave your message