• 0896-6205-4692 (Bahrul)
  • ksei.febundip@gmail.com

Peran BMT Bagi UMKM dalam Situasi Ekonomi Resesi

5 November 2020 merupakan tanggal yang bersejarah bagi Indonesia, untuk ketiga kalinya Negara Indonesia mengalami resesi ekonomi setelah sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1966 dan 1998. Hal tersebut disebabkan adanya pertumbuhan negatif produk domestik bruto (PDB) dalam dua kuartal berturut-turut. Indonesia dihadapkan dengan realita dimana telah banyak terjadi PHK, penjualan perusahaan yang terus menurun, serta (output) ekonomi negara keseluruhan mengalami penurunan. Dampak yang ditimbulkan dari resesi pun tidak main-main, salah satunya adalah multiplayer effect dalam bentuk negatif.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Dr. Willem A. Makaliwe menjelaskan bagaimana dampak resesi bagi masyarakat. Menurut Willem, keadaan resesi membuat masyarakat mengalami kemunduran yang disebut dengan penurunan aktivias. Hal itu dijelaskan melalui kanal Youtube OVIS UI yang berjudul “Dampak dari Resesi Ekonomi?”.

Dosen FEB UI ini menganalogikan resesi dengan sebuah perusahaan yang misalnya biasa memproduksi kursi dalam satu tahun sebanyak 10 kursi. Masing-masing kursi tersebut, lanjutnya, dikerjakan oleh satu orang yang berarti terdapat 10 orang atau karyawan yang dipekerjakan.

“Namun, karena terjadi penurunan aktivitas akibat resesi, perusahaan ini dalam satu tahun hanya bisa menjual delapan kursi yang menyebabkan penurunan penjualan dari tahun lalu,” ujar Willem seperti dikutip Bisnis, Kamis (5/11/2020).

Akibatnya, perusahaan hanya mempekerjakan delapan orang dan dua orang lainnya akan kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu, katanya, dua orang pekerja tentu akan mengurangi porsi belanja sehari-hari.

“Yang bekerja 2 orang yang kehilangan pekerjaan pastinya akan mengurangi belanjanya katakanlah ya biasanya mungkin sore-sore iseng-iseng ya makanya kue, siomay dan sebagainya. Wah, terpaksa ditahan belanjanya. Belanja beli sepatu baru ditahan,” terang Willem.

Tidak berhenti sampai disana, pedagang kue atau siomay ini nantinya juga akan mengalami penurunan penjualan yang kemudian juga mempengaruhi pendapatannya. Penurunan pendapatan itu, lanjutnya, bakal mempengaruhi daya beli penjual siomay. Kondisi tersebut berlaku seperti efek domino atau akan mempengaruhi perekonomian lain. Hal ini kemudian juga dikenal dengan istilah multiplayer effect dalam bentuk negatif.

“Membuat permintaan masyarakat mengalami penurunan dan itu yang kita sedih karena bisa berlanjut pada berbagai macam sektor atau berbagai macam kegiatan,” ungkap Willem melalui akun Youtube OVIS UI.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diperkirakan bahwa resesi akan menciptakan gelombang pengangguran baru di masyarakat. Namun dimana ada masalah di situ ada jalan keluar. Salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia adalah UMKM. UMKM merupakan sektor yang dapat bertahan pada saat terjadi krisis ekonomi 1998, dimana pada saat itu sektor lainnya mengalami krisis. UMKM juga merupakan sektor terbesar dalam perekonomian Indonesia, kurang lebih sekitar 90 – 97% sektor ekonomi di Indonesia dipegang oleh UMKM. Setelah kita ketahui mengapa UMKM itu penting, maka berikut beberapa peran penting UMKM dalam perekonomian nasional:

  1. Sebagai pemeran utama dalam kegiatan ekonomi
  2. Penyedia lapangan kerja terbesar
  3. Pemain penting dalam pengembangan perekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat
  4. Pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta
  5. Kontribusinya terhadap neraca pembayaran (Departemen Koperasi 2008)

Sangat vital bukan? Maka dari itu UMKM memerlukan perhatian khusus terutama di masa resesi seperti ini. Seperti sektor lainnya, UMKM juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemaha UMKM adalah keterbatasan modal. Seperti yang kita ketahui sekarang merupakan masa-masa sulit dan ekonomi sedang lesu. Pemain-pemain UMKM perlu berpikir dua kali untuk mencari sumber modal untuk usahanya. Diperlukan adanya sumber modal yang tidak memberatkan serta mudah untuk didapat. Situasi tersebut merupakan saat yang tepat bagi UMKM untuk bekerja sama dengan BMT.

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan bagian dari bank syariah atau semacam LSM yang beroperasi seperti bank koperasi dengan pengecualian ukurannya yang kecil dan tidak mempunyai akses ke pasar uang. Baitul Maal wat Tamwil terdiri dari dua istilah yaitu baitul  maal dan baitut tamwil. Baitul maal adalah lembaga keuangan  umat Islam yang mengelola dana umat islam yang bersifat sosial dan sumber dana baitul mal berasal dari zakat, infaq, sodaqoh, hibah dan lain-lain sedangkan baitul tamwil adalah lembaga keuangan yang mengelola dana umat yang sifatnya komersial yang sesuai dengan syariat Islam.

 

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat  sebagaimana  bank  atau  lembaga keuangan  yang  lain.

 

Pada dasarnya prinsip operasi Baitul Maal wat Tamwil terdiri dari

  1. Sistem Jual Beli; Sistem ini merupakan suatu tata cara jual beli yang dalam pelaksanaanya BMT mengangkat nasabah sebagai agen yang diberi kuasa melakukan pembelian barang atas nama BMT, kemudian bertindak sebagai penjual dan menjual  barang  yang  telah  dibelinya  tersebut  bengan  ditambah mark-up.
  2. Sistem non-profit; Sistem yang sering disebut sebagai pembiayaan kebijakan ini merupakan pembiayaan yang bersifat sosial dan non komersial, nasabah cukup mengembalikan pokoknya saja.
  3. Akad Bersyarikat; Akad bersyarikat adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih dan masing-masing pihak mengikutsertakan modal (dalam berbagai bentuk) dengan perjanjian pembagian keuntungan/kerugian yang disepakati.
  4. Produk Pembiayaan; Penyediaan uang dan tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam diantara BMT dengan pihak lain yang mewajibkan pihak meminjam untuk melunasi  utangnya  beserta  bagi  hasil  setelah jangka waktu tertentu.

Salah satu karakter penting dari BMT adalah Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dalam menyalurkan dana (Pembiayaan) bersifat luwes tidak mesti bankable, dengan demikian penyaluran dana dapat menyentuh para pengusah mikro yang tidak terlayani akses permodalan oleh perbankan. Keluwesan disini tetap memperhatikan kelayakan dan kesehatan kredit yang diberikan menurut parameter Baitul Maal w Tamwil (BMT), karena banyak pengusaha mikro yang sebenarnya layak mendapatkan bantuan kredit tetapi tidak bisa terlayani oleh perbankan disebabkan berbenturan dengan aturan-aturan yang mengikat dalam dunia perbankan,misalnya kelayakan jaminan kredit, memiliki ijin usaha dan persyaratan-persyaratan lainnya yang harus dipenuhi. Disinilah peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) agar para pengusaha mikro tersebut tetap mendapatkan akses permodalan, jangan sampai karena tidak mendapatkan kredit di Bank mereka terjebak oleh pinjaman pinjaman yang diberikan para Rentenir dengan biaya bunga yang sangat tinggi. Sehingga Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dapat menjadi jembatan penyelamat antara dunia perbankan dan para rentenir yang bunga pinjamannya sangat mencekik para pengusaha mikro.

Kesimpulan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan kelesuan di bidang perekonomian negara Indonesia yang berujung pada terjadinya resesi. Salah satu sektor perekonomian yang sangat penting adalah UMKM yang mana dapat bertahan saat terjadi krisis moneter dan merupakan sektor terbsesar dalam perekonomian Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan modalnya UMKM dapat bekerja sama dengan BMT sebagai solusi dari pinjaman-pinjaman yang berbunga (riba) serta menerapkan prinsip syariah untuk memajukan industri halal di Indonesia.

 

 

Sumber:

Leave your message