• 0896-6205-4692 (Bahrul)
  • ksei.febundip@gmail.com

Peran Ekonomi dan Keuangan Syari’ah dalam menghadapi wabah COVID-19

COVID-19 telah dikategorikan sebagai Pandemik Internasional oleh organisasi WHO (World Health Organization) sejak bulan Januari yang lalu. Ini telah disimpulkan bahwasannya COVID-19 tidak hanya sekedar penyakit sembarangan, ini telah menjadi ancaman hidup dan mati bagi kita semua. Pertanyaan yang sering muncul yakni sampai kapankah virus ini tetap ada?

Para ahli berpendapat bahwa Pandemi COVID-19 ini akan berjalan dalam tempo yang cukup panjang. Kita perlu mempersiapkan mental dan psikologis mulai sekarang. Grand strategy kita kedepan lebih kepada buying time, atau menunggu agar tidak terlalu banyak orang untuk harus ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

Lalu bagaimanakah dampaknya pada perekonomian?

Dengan wabah ini, setidaknya ada tiga pasar yang mengalami shock. (1) Pasar Barang dan Jasa, (2) Pasar Tenaga Kerja, dan (3) Pasar Keuangan. Pasar adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran. Pasar barang dan jasa tentu akan tergganggu jikalau interaksi antara keduanya tidak ada. Makanya kita bisa melihat sekarang negara yang terdampak adalah negara besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa yang menyebabkan supply dan demand dunia terganggu. Pasar tenaga kerja juga terdisrupsi jika rendahnya permintaan akan barang, maka akan sedikit pabrik yang berproduksi sehingga PHK besar-besaran akan terjadi

Dengan asumsi-asumsi di atas, tak dapat dipungkirilah ekonomi lesu akibat wabah. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu melakukan intervensi untuk memastikan konsumsi berjalan dengan baik dan sektor usaha tetap berproduksi. Bantuan pangan dan tunai sangat diperlukan dalam situasi yang memprihatinkan inu. Sudah ada rencana kesana, tetapi kita perlu mendata ulang agar bantuan tersebut dapat diperoleh secara merata. Kita sebagai masyarakat juga harus bergotong royong agar menjadi upaya memastikan orang-orang miskin dan rentan di sekitar tidak kelaparan. Untuk dunia usaha, pendanaan kredit dan pengurangan pajak juga harus dilakukan.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Ekonomi dan Keuangan Syari’ah dalam situasi ini? Sepertinya kita perlu mengamalkan apa yang sudah Islam ajarkan melalui Al Qur’an dan Sunnah beserta sirah Nabi dan ulama terdahulu .

Contohnya dulu ketika zaman Nabi Yusuf AS pernah ada masa yang mana beliau pernah membuat lumbung pangan semasa krisis. Manajemen Pangan Prinsip Swasembada Pangan dalam Jangka Panjang perlu dilakukan demi ketahanan pangan. Hal ini perlu menjadi komitmen bagi semua, terutama pemerintah, agar ketahanan nasional tidak mudah goyah dan gonjang-ganjing, hanya karena nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi sehingga impor pangan akan sangat mahal. Semua negara mesti mengutamakan rakyat terlebih dahulu.

Kenapa pangan lebih utama? Karena saat ini dengan adanya pembatasan sosial maka cara kita hanya berusaha survive dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa bantuan pangan tersebut.

Kemudian, di tengah pandemi ini perlu kita mengungatkan  Wakaf Sosial. Wakaf Sosial adalah wakaf yang dimaksudkan untuk membangun fasilitas wakaf sosial yang dibutuhkan oleh umat. Mereka perlu mendapatkan manfaat ekonomi dengan tetap mempertahankan prinsip aset wakaf untuk dapat melayani umat secara berkelanjutan, sehingga wakaf sosial tersebut berorientasi kepada sosial

Kita perlu pula memperkuat zakat, infak, dan shadaqah untuk membantu para dhuafa. Dan pastikan semua orang dapat dan jangan sampai ada yang tersisa. Ekonomi Islam bisa membantu mereka yang tidak terbagi bantuan pemerintah.

Di sisi pasar keuangan, keuangan Islam bisa menyasar sektor-sektor yang berpeluang untuk berkembang di kala pandemik ini. Lembaga Keuangan Syari’ah bisa memberikan pembiayaan sosial dan UMKM  beberapa sektor, seperti gambar di bawah ini.

Oleh karena itulah Ekonomi Islam tidak hanya berusaha di tataran publik yang rasional, tetapi bisa memberikan pendekatan batin bahwa itu membuat semakin dekat kepada Allah SWT yang menciptakan virus Covid-19 ini. Ini semua karena izin Allah, dan hanya kepada Allah-lah kita berdoa agar kita bisa menghadapi semua ini.

 

 

Referensi :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/02/03/n0dtpt-manajemen-pangan-ala-nabi-yusuf-as

https://tirto.id/rakyat-bersatu-bangun-lumbung-pangan-tanpa-menunggu-pemerintah-eMkv

Leave your message