• 0896-6205-4692 (Bahrul)
  • ksei.febundip@gmail.com

Alasan Mengapa Wakaf Uang Cocok Sebagai Investasi Dunia Akhirat Anda

Oleh: Mitha Cornella

Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Jika seseorang meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.”

Beruntung sekali orang yang hidup di dunia berhasil melakukan amalan yang pahalanya akan terus mengalir padanya bahkan setelah kematiannya. Salah satu dari amalan tersebut akan menjadi topik tulisan kali ini: wakaf uang.

Wakaf uang adalah jenis wakaf yang sangat fleksibel. Wakaf uang dapat didefinisikan seperti ini, perbuatan menyerahkan sejumlah uang oleh wakif (orang yang berwakaf) kepada nazhir (pengelola dana wakaf) untuk dapat dimanfaatkan bagi penegakan agama Islam maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum, seperti: pembiayaan dakwah, pendidikan, pembangunan masjid, panti asuhan, dan semacamnya.

Dikutip dari “ Wakaf Uang Untuk Jaminan Sosial” dalam Jurnal al-Awqaf, oleh Cholil Nafis. Jika 20 juta umat Islam Indonesia mau mengumpulkan wakaf uang senilai Rp. 100.000 setiap bulan, maka dana yang terkumpul sejumlah Rp. 24 triliun setiap tahun. Jika ada 50 juta orang yang berwakaf, maka setiap tahun akan terkumpul dana sebesar Rp. 60 triliun. Jika terdapat 1 juta saja umat muslim yang mewakafkan dananya sebesar Rp. 100 ribu/bulan, maka akan diperoleh dana sebesar 100 miliyar tiap bulannya, atau 1,2 triliun per tahun.

Sementara menurut Edwin Nasution, potensi wakaf di Indonesia dengan jumlah umat muslim yang dermawan diasumsikan sebesar 10 juta jiwa dengan penghasilan antara 500 ribu hingga 10 juta rupiah, maka paling tidak akan terkumpul dana sekitar 3 triliun per tahun.

Dengan begitu, tidak perlu menunggu kaya raya atau menjadi tuan tanah dulu untuk dapat berwakaf. Kita dapat mewaqafkan 100.000 saja dari uang kita, uang tersebut akan diakumulasikan oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) menjadi modal yang besar untuk memberdayakan umat.

Sekarang ini, kita lebih dimudahkan lagi dengan hadirnya berbagai layanan untuk berwakaf uang berbasis digital. Kegiatan berwakaf menjadi semakin praktis dan efisien. Contohnya saja melalui aplikasi mobile phone e-Salaam yang diluncurkan oleh Cimb Niaga.

Melalui aplikasi ini, kita akan ditunjukkan pada beberapa nazhir yang Insya Allah terpercaya, diantaranya: Yayasan Waqaf ar-Risalah, Baitul Maal Hidayatullah, Dompet Dhuafa, Global Wakaf, iWakaf, PPPA Daarul Quran, Wakaf Al-Azhar. Kemudian, kita dapat mewakafkan sejumlah uang menurut kemampuan dan kerelaan kita dengan jumlah minimal adalah Rp. 10.000.

Sebagai tambahan untuk kita pikirkan bersama, wakaf uang ini tidak hanya bermanfaat sebagai penyuplai pahala bagi waqif, sedang keuntungan di dunia diperoleh oleh mauquf alaih ( penerima dana wakaf) dan nazhir saja. Wakaf uang adalah investasi dunia-akhirat.

Jika dana wakaf tepat sasaran dan berhasil menambah pendapatan masyarakat yang ekonominya lemah, maka daya beli kelompok tersebut akan meningkat, permintaan terhadap barang dan jasa pun meningkat, ekonomi tumbuh, sehingga pemasukan pemerintah dari pajak juga meningkat, sementara masyarakat lemah yang telah berdaya juga akan menginfakkan sebagian dari harta mereka di jalan Allah dan bermanfaat bagi manusia lain. Dan terjadilah manfaat berantai dari salah satu instrumen sedekah ini.

Gambaran tersebut membenarkan firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah:261. “ Perumpamaan ( infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran bagi siapa yang dikehendaki. Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui.”

Pada kenyataannya, ganjaran yang dilipatkan 700x oleh Allah bukan hanya pahala untuk akhirat saja, namun manfaatnya di dunia juga amat terasa.

Memang begitulah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat muslim. Bukan  tentang bagaimana memenuhi keinginannya semaksimal mungkin, namun mengenai bagaimana agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Termasuk kebutuhannya yang sangat besar akan bekal untuk akhirat yang dengan itu akan membuatnya berkontribusi dalam memajukan peradaban manusia. Dan membuatnya tercatat sebagai orang yang mempunyai amal jariyah di sisi Tuhannya.

 

Daftar Pustaka :

Badan  Wakaf Indonesia. 2007. Memahami Wakaf Uang. https://bwi.or.id/index.php/in/wakaf-uang-tentang-wakaf-57, diakses 14 Mei 2019

Hasan, Sudirman. Wakaf Uang dan Implementasinya di Indonesia. https://media.neliti.com/media/publications/23638-ID-wakaf-uang-dan-implementasinya-di-indonesia.pdf, diakses 16  Mei 2019

https://keuangan.kontan.co.id/news/optimalkan-digital-banking-cimb-niaga-syariah-luncurkan-aplikasi-e-salaam, (18 Mei 2019)

Leave your message