• 0858-6827-5728 (Boma)
  • ksei.febundip@gmail.com

Solusi Syariah dalam Mengatasi Melemahnya Nilai Rupiah

     Melemahnya nilai rupiah merupakan isu yang masih hangat akhir – akhir ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke kisaran Rp15.000,. Jutaan rakyat Indonesia khawatir pelemahan nilai rupiah ini akan membawa kembali Indonesia pada zaman krisis ekonomi tahun 1998 yang mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi. Apa sebenarnya yang membuat nilai rupiah melemah?. Tentu terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pelemahan nilai rupiah ini baik faktor internal maupun faktor eksternal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, dipengaruhi neraca perdagangan yang membuat defisit transaksi berjalan (current account deficit). Hal itu menjadi faktor internal dari pelemahan tukar rupiah. Sedangkan faktor eksternalnya yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah adalah suku bunga acuan bank sentral AS The Fed (Fed Fund Rate/FFR) yang meningkat secara agresif.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berdampak bagi pelaku industri ditanah air. Sebab, komponen seperti bahan baku yang diimpor dari luar negeri menggunakan mata uang dolar AS. Efek dari kondisi ini, daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor menjadi melemah. Lantaran, beberapa sektor industri bergantung oleh impor bahan baku dan barang modal. Apabila dolarnya mahal, biaya produksi jadi naik ,harga barang jadi lebih mahal dan akhirnya berujung pada inflasi.
Masalah – masalah moneter ini justru terjadi setelah dunia melepaskan diri dari standard emas dan perak serta berpindah ke sistem uang kertas (fiat money), yaitu uang yang berlaku hanya karena dekrit pemerintah, yang tidak ditopang logam mulia seperti emas dan perak. Fakta ini menunjukkan bahwa sesungguhnya mata uang emas dan perak dapat menjadi solusi jitu terhadap permasalahan ini. Karena sebagaimana yang diterangkan oleh syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya Al – Amwal fi Daulah Al Khilafah (2014) khusunya bab Fawa ‘id Nizham Adz- dzahab wa Al-Fidhahdh mata uang emas dan perak mempunyai banyak keunggulan dibandingkan uang kertas diantaranya :
1. Dengan menggunakan mata uang emas dan perak suatu negara tidak dapat mencetak mata uang sesukanya lalu mengedarkannya ke pasar karena untuk mencetak uang tersebut, harus ditopang dengan logam mulia sedangkan logam mulia jumlahnya terbatas.. Ini berbeda dengan dengan uang kertas yang dapat dicetak berapapun ia mau, karena uang kertas tidak mempunyai nilai intrinsik pada dirinya sendiri .
2. Jika suatu negara impornya lebih banyak dari pada ekspornya, maka makin banyak emas dan perak yang mengalir ke luar negeri. Kondisi ini mengakibatkan harga-harga di dalam negeri turun, lalu menyebabkan harga-harga komoditi dalam negeri lebih murah dari negara lain. Sementara dalam sistem uang kertas, jika terjadi ketekoran semacam ini, Negara akan mencetak lebih banyak uang, tindakan ini justru akan meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat dalam negeri.
3. Sistem emas dan perak akan menghapuskan inflasi sedang sistem uang kertas sebaliknya akan menyuburkan inflasi.
4. Akan hanya ada satu mata uang , karena satu ounce koin emas (31 gram ) di AS, tidak akan berbeda dengan satu ounce kioin emas di Jepang, Jerman, atau Perancis. Mungkin satu ounce emas itu akan diberi nama yang berbeda-beda dimasing – masing Negara ini. Sehingga spekulasi mata uang asing tidak akan dapat lagi dilakukan dan perdagangan inernasional pun akan makin bergairah.
Itulah sekilas beberapa keunggulan mata uang emas dan perak yang diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum, dengan memahami berbagai keunggulan itu, kita tak perlu lagi meragukan kemampuan mata uang emas dan perak dalam mengatasi masalah- masalah moneter yang menyengsarakan umat selama ini.

Leave your message