• 0858-6827-5728 (Boma)
  • ksei.febundip@gmail.com

Weekly Articles : Wisata Halal Untuk Perekonomian Indonesia Lebih Baik Lagi

Wisata Halal Untuk Perekonomian Indonesia Lebih Baik Lagi

Oleh : Heri Palakasari

Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Diperkirakan 70% dari sekitar 250 juta jiwa total penduduk adalah muslim. Keadaan ini menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam mengembangkan perekonomian syariahnya. Gaya hidup halal yang dibutuhkan masyarakat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk memenuhinya. Salah satunya adalah pada sektor wisata halal yang banyak diminati wisatawan mancanegara dan nusantara.

Dalam catatan Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017), perjalanan wisatawan muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus tumbuh pesat hingga mencapai nilai US$ miliar pada 2025. Sementara secara keseluruhan segmen perjalanan muslim diperkirakan akan mencapai US$300 miliar di tahun 2026.

Melihat peluang tersebut, Indonesia sebagai negara dengan beragam destinasi wisata yang menakjubkan seharusnya bisa memanfaatkan secara maksimal. Akan tetapi saat ini Indonesia belum memiliki destinasi wisata halal yang banyak. Dari ribuan pulau di Indonesia, hanya ada tiga destinasi wisata halal yaitu Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Aceh. Hal tersebut berpengaruh pada jumlah wisatawan muslim mancanegara yang masih sedikit datang ke Indonesia.

Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, wisatawan dari Arab Saudi yang datang ke Indonesia hanya sekitar 150 ribu orang dari total 2,7 juta wisatawan mancanegara. Jumlah itu empat kali lebih sedikit daripada wisatawan yang datang ke Thailand dimana mayoritas penduduknya non muslim.

 Dalam mengatasi masalah tersebut tentunya diperlukan tindakan dari pemerintah untuk dapat meningkatkan jumlah wisatawan muslim yang datang ke Indonesia. Hingga saat ini, tindakan yang diambil pemerintah antara lain adalah mempersiapkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) sebagai panduan pengembangan pariwisata halal nasional secara terintegrasi oleh kementerian Pariwisata. IMTI akan mengcover semua unsur, tidak hanya branding dimana semua provinsi akan diranking. Dalam IMTI, indikator yang digunakan merupakan bauran apa yang dipunyai Global Muslim Travel Index (GMTI), Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) dan The Halal Travel Indicator (HTI) yang menjadi bagian dalam State of the Global Islamic Economy Report inisiasi Thomson Reuters bersama DinarStandard. IMTI ini akan diluncurkan pada September 2018  dengan harapan pada tahun 2019 wisata halal di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mendukung program pemerintah yang berusaha memajukan industri wisata halal di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dengan berhasilnya pemerintah memperbanyak destinasi wisata halal di Indonesia, wisatawan mancanegara dan nusantara tentu akan semakin tertarik untuk berkunjung sehingga wisata halal nusantara dapat dikenal masyarakat dunia dan perekonomian Indonesia semakin meningkat.

Sumber :

https://www.wartaekonomi.co.id/read182788/indonesia-bisa-jadi-kiblat-wisata-halal-dunia.html/

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3375370/prospek-baik-wisata-halal-indonesia

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/04/11/p70uwe396-arief-yahya-imti-panduan-pengembangan-wisata-halal

Leave your message