• 082280336808 (Maryam)
  • ksei.febundip@gmail.com

Bisnis Islami

Semua manusia yang ada di bumi diperintahkan untuk beribadah dan bekerja. Islam menganjurkan setiap pemeluknya untuk selalu bekerja. Bekerjalah seperti engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh seakan engkau akan meninggal esok hari. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath Thabrani dan Baihaqi).

Tentunya bekerja dalam rangka mengharapkan ridha Allah SWT, haruslah mencari pekerjaan yang halal. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath-Thabrani dan Baihaqi). Hadis tersebut kemudian diperkuat dengan firman Allah dalam surah al-A’raff ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya, Kami menempatkan kalian sekalian di muka bumi dan Kami memberikan kalian di bumi itu (sumber) penghidupan”. Firman Allah SWT di atas sudah sangat jelas bahwa Allah SWT meminta kepada manusia untuk bekerja mencari sumber penghidupan yang sudah disediakan oleh Allah SWT. Hal tersebut kemudian dipertegas dalam hadis agar dalam mencari sumber rejeki haruslah dengan jalan yang halal karena mencari rezeki halal adalah wajib hukumnya.

Setelah mengetahui kewajiban kita dimuka bumi untuk mencari rizki yang halal, kita sebaiknya menjalankan bisnis dalam kaidah agama islam. Apa itu bisnis islami? Bisnis Islami adalah segala bentuk bisnis dengan dibatasi oleh cara mendapatkan dan memberdayakan harta agar selalu halal dan menolak hal-hal yang bersifat haram atau dapat didefinisikan sebagai aktivitas bisnis-ekonomi dengan berbagai bentuk yang tidak ada batasan dalam hal kepemilikan harta baik itu jasa maupun barang, namun dibatasi dalam hal cara memperoleh dan pendayagunaan harta lantaran aturan haram dan halal menurut Islam.

Tujuan bisnis syariah sendiri mengacu kepada bisnis yang bila dilakukan tidak merugikan satu pihak maupun pihak lainnya sehingga tidak mengandung sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT. Haram yang dimaksud adalah haram zatnya, yaitu menjual barang yang dilarang dalam syariat Islam dan haram selain zatnya, yaitu berbisnis dengan menggunakan prinsip riba, maihsir dan gharar Meskipun menggunakan dasar syariah, akan tetapi bisnis berbasis syariah ini tetap memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Tentu saja keuntungan yang dihalalkan menurut syariat islam.

Perbedaan bisnis konvensional dengan bisnis yang berbasis syariah terletak dalam tujuannya, yaitu bisnis berbasis syariah tidak hanya mengejar keuntungan duniawi semata, namun juga berorientasi pada falah, yaitu mencapai tujuan panjang pada hidup yang berupa kemenangan dalam dunia dan akhirat. Diantara implementasi dai hal tersebut dalah adanya kewajiban dari pengusaha untuk mengeluarkan zakat berdasarkan keuntungan yang telah didapatkan. Zakat adalah Corporate Social Responsibility (CSR) yang cukup baik, sebab dapat meningkatkan kesejahteraan dan kondisi ekonomi masyarakat agar dapat menimbulkan hubungan baik antara masyarakat dan pengusaha. Selain itu, secara tidak langsung pengusaha telah meningkatkan nilai ibadah dengan berzakat. Sedangkan manfaat dari kita menjalankan bisnis islami menurut komunitas pegusaha muslim Indonesia adalah:
• Keberlangsungan. Target yang telah dicapai dengan pertumbuhan setiap tahunnya harus dijaga keberlangsungannya agar perusahaan dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama.
• Keberkahan. Semua tujuan yang telah tercapai tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada keberkahan di dalamnya. Maka bisnis Islam menempatkan berkah sebagai tujuan inti, karena hal tersebut merupakan bentuk dari diterimanya segala aktivitas manusia. Keberkahan ini menjadi bukti bahwa bisnis yang dilakukan oleh pengusaha muslim telah mendapat ridha dari Allah SWT dan bernilai ibadah.
• Pertumbuhan. Jika profit materi dan profit non materi telah diraih, perusahaan harus berupaya menjaga pertumbuhan agar selalu meningkat. Upaya peningkatan ini juga harus selalu dalam koridor syariah, bukan menghalalkan segala cara.
• Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri. Artinya bahwa bisnis tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.
• Benefit. Yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga berorientasi kepada nilai-nilai sosial dan spiritual.

Ditulis oleh
Ulfa Wahyudiana
Wakil Manager Bisnis Islam periode 2015/2016 Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

Leave your message