• 082280336808 (Maryam)
  • ksei.febundip@gmail.com

Mengenal Islamic Fintech dan Peluangnya

Apa itu FinTech?
Ada sebuah industri baru bernama financial technology atau FinTech. Keberadaan FinTech bertujuan untuk membuat masyarakat lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi  dan juga meningkatkan literasi keuangan. Perusahaan-perusahaan FinTech Indonesia didominasi oleh perusahaan startup dan berpotensi besar.

Fintech bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk transaksi komersial akan tetapi juga bisa dipakai untuk dunia sosial. Kebanyakan untuk yang komersial berada pada bidang investasi sedangkan yang sosial lebih pada bentuk corwdfunding dana untuk berbagi kegiatan. Namun dalam tulisan kali ini akan lebih difokuskan pada Fintech untuk komersial yang berkaitan prospek dan peran Islamic Fintech dalam dunia UMKM. Secara garis besar yang diusung oleh penggerak Islamic Fintech tidak jauh beda dengan keuangan syariah pada umumnya yaitu terhindar dan terbebas dari sistem ribawi dan menuju sistem profit and loss sharing.

Memang belum ada definisi baku untuk Islamic Fintech bahkan Fintech itu sendiri. Namun begitu, secara singkat Islamic Fintech dapat di artikan sebagai teknologi keuangan yang berbasis syariah. Artinya akad (kontrak) dan prosesnya sesuai dengan prinsip prinsip syariah.

Dalam skala global Islamic Fintech Alliance (IFA) telah dibentuk baru baru ini. Aliansi Islamic Fintech ini bertujuan membangun trust sesama penggerak crowdfunder muslim, dan meningkatkan inovasi inovasi berbasis syariah. Jika kita lihat terdapat beberapa Islamic Fintech yang beroperasi di Indonesia. Setidaknya, Islamic Fintech yang beroperasi di Indonesia bisa di bedakan menjadi dua kategori jika dilihat dari sasarannya.
Pertama adalah Fintech yang menyasar seluruh UMKM.

Kedua, Fintech yang memang menyasar niche market. Sebagai contoh Fintech yang berak khusus di bidang real estate terdapat ethiscrowd.com. Dengan Slogan “the world’s first Real Estate Islamic Crowdfunding Platform”, ethiscrowd berusaha membangun perumahan sederhana untuk rakyat. Crowdfunding syariah merupakan sebuah aset keuangan syariah karena berpotensi mengisi kesenjangan di industri.

Islamic Fintech juga merambah pertanian. Igrow.asia membuat terobosan baru dalam dunia investasi dibidang pertanian. Investor dapat memantau investasi mereka, tapi juga bisa merasakan senangnya menumbuhkan dan melihat perkembangan tanaman yang mereka danai.

Tantangan islamic fintech, Peluang mengembangkan Islamic Fintech untuk menfasilitasi UMKM masih terbuka lebar,namun memiliki tantangan, ada dua tantangan besar yang dihadapi oleh Islamic Fintech. Pertama adalah terkait aturan hukum. Ganjalan ini dirasakan oleh Islamic Fintech maupun Fintech pada umumnya. Selama ini belum ada aturan khusus dari lembaga otoritas jasa keuangan yang mengatur Fintech. Kedua, kaitannya dengan social trust. Fintech harus mampu menyakinkan pengguna baik dari sisi investor maupun penerima manfaat dari investasi. Tidak jauh beda dengan perbankan investor juga harus diyakinkan dengan keamanan dana yang mereka investasikan, dan harus Mampu Menjaga prinsip prinsip syariah dalam operasinya. Sebagai solusinya, perlu adanya dewan pengawas syariah (DPS) yang kompeten dalam bidang ini diperlukan untuk menjaga kepatuhan syariah tersebut.

Ditulis oleh
Anggun Setia Dewi
Staff Divisi Kajian Departemen Kajian dan Penelitian Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

Leave your message