• 0858-6827-5728 (Boma)
  • ksei.febundip@gmail.com

Author Archive

Bisnis Islami

Semua manusia yang ada di bumi diperintahkan untuk beribadah dan bekerja. Islam menganjurkan setiap pemeluknya untuk selalu bekerja. Bekerjalah seperti engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh seakan engkau akan meninggal esok hari. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath Thabrani dan Baihaqi).

Tentunya bekerja dalam rangka mengharapkan ridha Allah SWT, haruslah mencari pekerjaan yang halal. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath-Thabrani dan Baihaqi). Hadis tersebut kemudian diperkuat dengan firman Allah dalam surah al-A’raff ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya, Kami menempatkan kalian sekalian di muka bumi dan Kami memberikan kalian di bumi itu (sumber) penghidupan”. Firman Allah SWT di atas sudah sangat jelas bahwa Allah SWT meminta kepada manusia untuk bekerja mencari sumber penghidupan yang sudah disediakan oleh Allah SWT. Hal tersebut kemudian dipertegas dalam hadis agar dalam mencari sumber rejeki haruslah dengan jalan yang halal karena mencari rezeki halal adalah wajib hukumnya.

Setelah mengetahui kewajiban kita dimuka bumi untuk mencari rizki yang halal, kita sebaiknya menjalankan bisnis dalam kaidah agama islam. Apa itu bisnis islami? Bisnis Islami adalah segala bentuk bisnis dengan dibatasi oleh cara mendapatkan dan memberdayakan harta agar selalu halal dan menolak hal-hal yang bersifat haram atau dapat didefinisikan sebagai aktivitas bisnis-ekonomi dengan berbagai bentuk yang tidak ada batasan dalam hal kepemilikan harta baik itu jasa maupun barang, namun dibatasi dalam hal cara memperoleh dan pendayagunaan harta lantaran aturan haram dan halal menurut Islam.

Tujuan bisnis syariah sendiri mengacu kepada bisnis yang bila dilakukan tidak merugikan satu pihak maupun pihak lainnya sehingga tidak mengandung sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT. Haram yang dimaksud adalah haram zatnya, yaitu menjual barang yang dilarang dalam syariat Islam dan haram selain zatnya, yaitu berbisnis dengan menggunakan prinsip riba, maihsir dan gharar Meskipun menggunakan dasar syariah, akan tetapi bisnis berbasis syariah ini tetap memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Tentu saja keuntungan yang dihalalkan menurut syariat islam.

Perbedaan bisnis konvensional dengan bisnis yang berbasis syariah terletak dalam tujuannya, yaitu bisnis berbasis syariah tidak hanya mengejar keuntungan duniawi semata, namun juga berorientasi pada falah, yaitu mencapai tujuan panjang pada hidup yang berupa kemenangan dalam dunia dan akhirat. Diantara implementasi dai hal tersebut dalah adanya kewajiban dari pengusaha untuk mengeluarkan zakat berdasarkan keuntungan yang telah didapatkan. Zakat adalah Corporate Social Responsibility (CSR) yang cukup baik, sebab dapat meningkatkan kesejahteraan dan kondisi ekonomi masyarakat agar dapat menimbulkan hubungan baik antara masyarakat dan pengusaha. Selain itu, secara tidak langsung pengusaha telah meningkatkan nilai ibadah dengan berzakat. Sedangkan manfaat dari kita menjalankan bisnis islami menurut komunitas pegusaha muslim Indonesia adalah:
• Keberlangsungan. Target yang telah dicapai dengan pertumbuhan setiap tahunnya harus dijaga keberlangsungannya agar perusahaan dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama.
• Keberkahan. Semua tujuan yang telah tercapai tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada keberkahan di dalamnya. Maka bisnis Islam menempatkan berkah sebagai tujuan inti, karena hal tersebut merupakan bentuk dari diterimanya segala aktivitas manusia. Keberkahan ini menjadi bukti bahwa bisnis yang dilakukan oleh pengusaha muslim telah mendapat ridha dari Allah SWT dan bernilai ibadah.
• Pertumbuhan. Jika profit materi dan profit non materi telah diraih, perusahaan harus berupaya menjaga pertumbuhan agar selalu meningkat. Upaya peningkatan ini juga harus selalu dalam koridor syariah, bukan menghalalkan segala cara.
• Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri. Artinya bahwa bisnis tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.
• Benefit. Yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga berorientasi kepada nilai-nilai sosial dan spiritual.

Ditulis oleh
Ulfa Wahyudiana
Wakil Manager Bisnis Islam periode 2015/2016 Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip

Membangun Negeri dengan Menegakkan Prinsip Ekonomi Syariah melalui SET 1

Sabtu, 18 November 2017 KSEI FEB Undip telah melaksanakan SET 1 (Sharia Economic Training 1) dengan tema “Menjadi Pemuda Pembangun Negeri dengan Menegakkan Prinsip Ekonomi Syariah”. Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Open Recruitment KSEI FEB Undip. Sesuai temanya, SET 1 ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para calon pejuang ekonom rabbani mengenai ekonomi Islam, tentang FoSSEI, dan tentang keorganisasian. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di ruang EB 3.8 Gedung B Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Tembalang, Semarang. Dibuka oleh Alam Armansyah selaku MC kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FoSSEI yang dipandu oleh Yasri Tata. Kemudian pembacaan tilawatil Al-qur’an oleh Manarul Hidayat. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama yakni sambutan Ketua Panitia SET 1 dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KSEI FEB UNDIP. Diakhiri dengan sambutan pembina KSEI FEB Undip yakni Bapak Adityawarman.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Ibu Fajar Fitriana dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan. Ibu Fitriana memberikan materi mengenai pengantar ekonomi Islam. Kemudian dilanjutkan oleh rekannya yakni Bapak Catur yang menerangkan mengenai perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Seusai pemaparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. Pemberian plakat diberikan kepada Ibu Fitria. Sesi kedua pemaparan materi disampaikan oleh Darihan Mubarak yakni Presidium Nasional FoSSEI yang memberikan materi mengenai ke-FoSSEI-an dan keorganisasian. Mengenalkan pada para calon pengurus KSEI tentang apa itu FoSSEI dan peran FoSSEI serta memberikan tips-tips dalam berorganisasi. Dilanjutkan dengan tanya jawab kemudian penyerahan plakat. Usai materi, para peserta SET 1 dipersilahkan untuk ishoma.

Setelah ishoma, peserta diperkenalkan kepada para pengurus harian mulai dari presiden, wakil presiden, manager, kabiro, dan staff ahli di kepengurusan 2018. Kemudian peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan FGD (Forum Group Discussion). Sebelum FGD dimulai, acara SET 1 ditutup dengan doa. FGD ini menjadi salah satu penilaian bagi peserta Oprec untuk menjadi pengurus KSEI. Peserta diberikan kasus mengenai halal lifestyle kemudian memilih peran dari 4 peran yakni Pemerintah, Masyarakat, Pelaku bisnis, dan Mahasiswa. Selanjutnya mereka mempresentasikan analisis SWOT terhadap tema tersebut sesuai sudut pandang dari peran mereka masing-masing. Usai FGD dilanjutkan dengan kegiatan santai yakni tanya jawab mengenai KSEI.


KSEI FEB Undip

Press Release: Studi Banding KSEI Comes BPD Jateng

Jumat, 17 November 2017 KSEI FEB Undip mendapat kunjungan studi banding dari KSEI Comes BPD Jateng. Anggota KSEI Comes BPD Jateng yang hadir pada stuban ini sejumlah 16 orang sedangkan KSEI FEB UNDIP 13 orang. Acara ini dimulai pada pukul 15.45 WIB di Masjid At-Taqwa FEB Undip yang dibuka oleh Alam Armansyah sebagai MC dan diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Rahmat Fitriansyah. Acara selanjutnya yaitu sambutan. Sambutan pertama dari Ketua KSEI FEB UNDIP dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KSEI Comes BPD Jateng.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI FEB UNDIP terkait struktur organisasi, program kerja, tugas dan wewenang oleh ketua KSEI FEB UNDIP. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI Comes BPD Jateng. Berdasarkan hasil presentasi profil masing-masing DPM ini di diketahui bahwa ada beberapa kesamaan dan perbedaan-yang ada pada struktur organisasi, program kerja tugas dan wewenang.

Acara selanjutnya diteruskan dengan sesi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan diskusi per departemen. Pada sesi ini KSEI FEB UNDIP dan KSEI Comes BPD Jateng sangat antusias dalam melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Sesi ini berlangsung selama satu jam.
Setelah acara dipending dan dilaksanakan solat magrib bersama, tepat pada pukul 18.30 WIB acara ini ditutup oleh MC. Sebelum penutupan, ada penyerahan cinderamata yang diberikan oleh KSEI FEB UNDIP kepada KSEI Comes BPD Jateng dan sebaliknya. Setelah acara ditutup kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama.

KSEI FEB Undip

Kisah Sang Nahkoda

Alkisah, seorang nahkoda menatap sebuah kapal besar di bibir pantai. Dia menyetuh bagian bawah kapal, dan menerawang jauh, bagaimana dirinya dan anak buahnya, “bertemu” dengan kapal ini, dalam satu ikatan ukhuwah yang sama.

Nahkoda itu tersenyum. Tak terasa, setahun berlalu, sejak kapal ini dipimpin olehnya. Sepertinya, sudah waktunya, “sang kapal” mendapat pemimpin baru,untuk melanjutkan petualangannya di lautan luas, demi satu tujuan, berdakwah di jalan yang diridhai-Nya.

Amanah memang tidak pernah salah dalam memilih pundak. Dan takdir sudah melukiskan siapa orangnya. Barakallah Endi Deswanto sebagai Presiden KSEI FEB Undip periode 2017/2018!🤗😀

Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya di kepengurusan selanjutnya, aamiin🙏 Hamasah Akhi😊✊

KSEI FEB Undip

Suksesi KSEI FEB Undip 2017

Minggu, 29 Oktober 2017 KSEI FEB Undip melaksanakan pemilihan calon Presiden KSEI yang baru untuk masa jabatan di tahun 2017/2018 yang bertempat di Lantai 1 Student Center Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus KSEI dan para Dekom, sesuai dengan AD/ART bahwa dalam melakukan pemilihan tersebut sah apa bila di hadiri oleh ½ + 1 dari yang hadir. Alhamdulillah syarat tersebut terpenuhi sehingga pemilihan dapat dilaksanakan. Tepat pukul 09.30 WIB acara dibuka oleh MC, yaitu Akhina Endi Deswanto. Kemudian adanya pembacaan Tilwah Alquran oleh akhina Rahmat Fitriyansah, setelah itu sambutan Presiden KSEI akhina Vega Alberta. Demi berjalannya acara, dipilih 3 orang menjadi Presidium sementara yakni Satrio Fathurrahman, M. Faiq, dan Alam Armansyah.
Selanjutnya adanya pembahasan dan pengesahan agenda siding, pembahasan dan pengesahan tata tertib siding, pemilihan dan pengesahan presidium tetap.

Kemudian disambung dengan pemilhan calon presiden KSEI berkompeten berdasarkan pendapat para peserta sidang. Terdapat 8 (delapan) orang yang terpilih diantarannya
Firhan Oktavian W. (Akuntansi 2015)
Afif Arfenda (Manajemen 2015)
Achmad Hammam (Ekonomi Islam 2016)
Victorio Aqsa F. (Ekonomi Islam 2016)
Satrio Fathurrahman (Ekonomi Islam 2016)
Endi Deswanto (Akuntansi 2016)
Lindung Wicaksono (IESP 2015)
Rahmat Fitriansyah (Ekonomi Islam 2015)

Dilanjutkan dengan sesi Fit and Proper Test, didapat 4 calon yang lolos yakni:
Achmad Hammam (Ekonomi Islam 2016)
Victorio Aqsa F. (Ekonomi Islam 2016)
Satrio Fathurrahman (Ekonomi Islam 2016)
Endi Deswanto (Akuntansi 2016)

Keempat calon yang lolos ini, selanjutnya membacakan visi misi dan dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai bagaimana mereka akan membawa kepengurusan KSEI di tahun depan. Seusai pembacaan visi misi dan tanya jawab, peserta sidang bermusyawarah untuk menentukkan siapa yang akan memimpin KSEI FEB Undip setahun mendatang. Alhamdulillah wa innalillah, terpilihlah Endi Deswanto sebagai Presiden KSEI FEB Undip periode 2017/2018 mendatang. Diharapkan Akhi Endi dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya di kepengurusan selanjutnya. Membawa KSEI tetap istiqomah dalam mendakwahkan ekonomi islam dan tetap menjaga ukhuwah.


KSEI FEB Undip

OPEN RECRUITMENT KSEI FEB UNDIP

📢 [OPEN RECRUITMENT] 📢

Assalamualaikum wr.wb

Hai sahabat ekonom rabbani! Alhamdulillah rangkaian open recruitment dan Sharia Economic Training 1 telah dibuka untuk mahasiswa/mahasiswi FEB angkatan 2016 & 2017. Jangan lewatkan rangkaian oprec KSEI kali ini ya kawan!!😉

🔸Alur open recruitment :

1. Pengumpulan Form
📅 24 Oktober – 10 November 2017
📝 Download Form di Formulir Pendaftaran KSEI FEB Undip
📩Pengumpulan di sekre KSEI gedung pkm lt. 1 FEB Undip

2. Sharia Economic Training 1
📅 Sabtu, 18 November 2017
🕘 09.00 – selesai

3. Interview
📅 19 November 2017

4. Pengumuman
📅 22 November 2017

Pastikan dirimu mendaftar Open Recruitment dan Sharia Economic Training 1 untuk menjadi bagian dari keluarga besar KSEI FEB Undip ya😊🙋

Salam cerdas, Hati ikhlas, Kerja Keras!

KSEI FEB Undip

Al-Amwal Edisi Ke-15

KSEI FEB Undip

Pentingnya Bershalawat di Hari Jum’at

Shalawat merupakan bentuk kata jamak dari bahasa arab, bentuk kata tunggalnya adalah salat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan dan ibadah.‎
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]
Diriwayatkan bahwa makna shalawat Allah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pujian Allah atas beliau di hadapan para Malaikat-Nya, sedangkan shalawat Malaikat berarti mendo’akan beliau, dan shalawat ummatnya berarti permohonan ampun bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Shalawat merupakan amalan yang paling hebat namun banyak dilalaikan umat muslim. Sholawat merupakan bagian kecil dalam meniru dan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya. Jika kita menginginkan kemudahan dan kesuksesan, perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah SAW maka akan semakin baik dan menjadi salah satu amal kita sehari-hari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat muslim untuk memperbanyak membaca shalawat kepadanya pada hari Jum’at. Sebab pada hari Jum’at merupakan hari yang paling mulia. Oleh karena itu, sangat dianjurkan kepada umat muslim untuk menyempatkan waktunya di hari Jum’at untuk membaca shalawat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا.
“Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jum’at, barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Keutamaan bershalawat pada hari Jum’at:
1. Jika bershalawat satu kali pada hari Jumat, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali. Maksud Allah bershalawat kepada Nabi SAW adalah dengan memberi rahmat-Nya untuk manusia yang bershalawat.
2. Mengucapkan shalawat pada hari Jumat akan disaksikan oleh malaikat dan malaikat akan bershalawat 10 kali kepada mereka yang membacanya dan memintakan ampunan untuk manusia tersebut.
3. Siapa yang paling banyak bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat, maka akan dekat kedudukannya dengan Nabi SAW di Yaumil Mahsyar kelak. 
4. Memperbanyak membaca shalawat pada hari dan malam jumat, maka Nabi Muhammad akan menjadi saksi dan penolongnya pada hari kiamat.
5. Memperbanyak shalawat pada hari Jumat sebanyak seribu kali, maka ia tidak akan mati sebelum melihat surga sebagai tempat tinggalnya. 
6. Barangsiapa membacakan shalawat untukku pada hari jumat, maka shalawat itu akan menjadi syafaat baginya besok di hari kiamat.
7. Siapa yang shalat ashar pada hari Jumat, kemudian sebelum berdiri meninggalkan shalatnya membaca “Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad An-Nabiyyil Ummiyyi wa ‘Alaa Alihi wa Shahbihi Wa Sallim Tasliiman Katsiira” sebanyak delapan puluh kali, maka dosa-dosanya selama delapan puluh tahun akan diampuni dan akan dituliskan pahala ibadah selama delapan puluh tahun untuknya.”

Shalawat merupakan amalan yang mudah dilakukan, namun dalam menjalankannya akan banyak godaan karena aktivitas dunia yang membuat kita lupa akan pentingnya bershalawat. Oleh karena itu, mari kita intropeksi diri kita, renungkan dan rasakan betapa banyaknya manfaat yang dapat diambil jika kita melakukan amalan allah salah satunya bershalawat. Marilah kita bershalawat selagi masih ada kesempatan dan terus mencoba dengan keyakinan dalam menjalankan amalan yang juga dilakukan oleh Allah SWT dan malaikat-Nya.

Ditulis oleh
Marlita Dwi Widhayanti
Sekretaris II Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip

Peran BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) sebagai Lembaga Pembiayaan UMKM Bagi Masyarakat Menengah Ke Bawah

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di era modern ini wiraswasta merupakan sebuah profesi yang sangat diminati dan diperhatikan.Tidak bisa dipungkiri hampir delapan puluh persen masyarakat Indonesia berkeinginan menjadi wiraswasta dengan memiliki usaha sendiri. Namun,faktor utama dan paling dominan yang menjadi kendala masyarakat dalam mendirikan sebuah usaha adalah modal.Sedangkan faktor kedua yang cukup dirisaukan masyarakat adalah risiko kerugian ketika mendirikan suatu usaha. Sebenarnya sudah banyak lembaga keuangan yang memberikan fasilitas dalam peminjaman dan pembiayaan dana untuk kegiatan usaha,antara lain perbankan baik perbankan konvensional maupun syari’ah. Kelemahan sistem perbankan konvensional dalam pembiayaan adalah ketika nasabah mengalami kerugian dalam kegiatan usahanya,mereka tetap harus mengembalikan sesuai dengan jumlah yang mereka pinjam beserta bunga jelas diharamkan oleh syari’at Islam dan sangat memberatkan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah.,hal ini jelas sangat menzalimi.Kelemahan perbankan syari’ah menurut Karnaen Perwataatmadja dan M Syafi’I Antonio juga menyatakan, pertama, kelemahan bank syariah adalah bahwa bank dengan sisem ini terlalu berprasangka baik kepada semua nasabahnya dan berasumsi bahwa semua orang yang terlibat dalam bank Islam adalah jujur. Dengan demikian bank Islam sangat rawan terhadap mereka yang beritikad tidak baik,sehingga diperlukan usaha tambahan untuk mengawasi nasabah yang menerima pembiayaan dari bank syariah. Kedua, sistem bagi hasil memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama dalam menghitung bagian laba nasabah yang kecil-kecil dan yang nilai simpanannya di bank tidak tetap.Dengan demikian kemungkinan salah hitung setiap saat bias terjadi sehingga diperlukan kecermatan yang lebih besar dari bank konvensional. Disinilah peran BMT diperlukan sebagai lembaga keuangan mikro syari’ah (LKMS) sebagai lembaga pembiayaan bagi masyarakat menengah kebawah.Walaupun jumlah dana yang akan dibiayai terbatas,lembaga tersebut sangat efektif dalam membantu masyarakat menengah kebawah yang ingin mendirikan sebuah usaha.

BMT dalam hal ini dapat membangun perekonomian rakyat yang berarti meningkatkan kemampuan rakyat dengan cara mengembangkan dan mendinamisasikan potensinya, dengan kata lain memberdayakan ekonomi mereka. Ekonomi rakyat yang dimaksud adalah ekonomi rakyat kecil, yang pengembangannya bermakna pengembangan ekonomi “dari rakyat, oleh rakyatdan untuk rakyat”. Perekonomian rakyat ini dibangun untuk membentuk rakyat agar mampu mandiri dan dapat menopang kelangsungan hidupnya dalam tahap awal.Pengorganisasian ekonomi di dalam masyarakat dituntut untuk membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM). Dengan wadah tersebut mereka merasa memiliki alternatif KSM sebagai ajang kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidupnya. KSM ini dapat berupa Baitul Maal wat – Tamwil (BMT) yang mampu merambah masyarakat lapis bawah (wong cilik) yang rentan terhadap ketergantungan rentenir. Dalam sebuah surat kabar menyatakan bahwa koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) dalam bentuk Baitul maal Wat Tanwil (BMT) berkembang sangat signifikan. Hal ini tidak lepas dari perkembangan kinerja dari BMT secara nasional di tahun ini telah mencapai aset sebesar Rp 4,7 triliun dan jumlah pembiayaan sebesar Rp 3,6 triliun. Setyo Heriyanto  selaku Deputi Bidang Kelembagaan dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM meyakini BMT akan sangat berperan sebagai lembaga keuangan mikro yang mampu menggerakan sektor riil di masyarakat.Keberadaan dari BMT di Indonesia, tak lepas dari peran dari berbagai pihak khususnya regulator, asosiasi, para pengelola, anggota dan masyarakat. Bahkan keberadaan dari BMT juga menjadi alternatif financial inclusion ketika masyarakat tidak mampu mengakses keuangan karena keterbatasan dan beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam sistem perbankan. Bahkan sudah banyak BMT yang menggunakan teknologi canggih yang dimiliki oleh perbankan seperti ATM,Mobile Banking,serta Internet Banking yang mendukung kegiatan anggotanya dan dapat meningkatkan kepercayaan anggota itu sendiri pada koperasi syari’ah tersebut.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan awal dari berkembangnya perekonomian masyarakat dalam sebuah negara guna meningkatkan pendapatan perkapita terhadap negara yang bersangkutan. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hill (2001), menyatakan bahwa UMKM memegang peranan yang penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia, karena : pertama, kontribusi yang signifikan berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja. Kedua, pemerintah Indonesia menempatkan prioritas lebih tinggi untuk UMKM. Ketiga, potensi kontribusi UMKM dalam mengembangkan usaha yang dilaksanakan oleh pribumi asli. Keempat, pentingnya formulasi kebijakan perekonomian yang sesuai denga karakteristik UMKM. Kelima, harapan atas kontribusi UMKM untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan industri. Keenam, UMKM telah terbukti lebih tahan terhadap deraan dan tempaan krisis ekonomi yang dialami Indonesia tahun 1997-1998. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh, sektor tersebut memiliki jumlah pelaku usaha yang mencapai 51,3 juta unit usaha atau memiliki kontribusi sebesar 99% menyerap tenaga kerja, 90,9 juta pekerja (97%), menyumbang PDB sebesar Rp 2.609 triliun (55,6%) Serta memberikan sumbangan devisa sebesar Rp183,8 triliun (20%).(Sumber: Bank Indonesia.2010).
Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbukti merupakan penggerak utama sektor riil yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan BMT meruapakan alat tarnsportasi bagi pergerakan sector riil tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan serta menyokong pembangunan ekonomi. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM pada tahun 2011 sebanyak 55,2 juta unit dengan terbagi sebagai berikut 54.559.969 unit Usaha Mikro, 602.195 unit Usaha kecil dan 44.280 unit Usaha Menengah. Jumlah UMKM pada tahun 2011 adalah sekitar 99,99% dari jumlah total unit usaha yang ada. Hingga akhir 2013 jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tercatat sebanyak 57.895.721, atau naik 2,41% dari 56.534.592 pada 2012. Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan berharap, tahun ini, jumlahnya kembali membengkak hingga di atas 58 juta (Sumber: Bani Saksono dari Wartawan Harian Ekonomi Neraca).

Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa BMT memiliki peranan yang cukup dominan terhadap pembiayaan UMKM masyarakat miskin dalam sebuah perekonomian sector riil,karena UMKM merupakan salah satu indikator yang sangat menentukan apakah negara tersebut sudah maju ataukah belum.Sedangkan dari sisi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,UMKM memiliki peran dalam meningkatkan GNP serta pendapatan perkapita masyarakat dan pendapatan nasional sebuah negara.

Daftar Referensi
Buku:
Jazuli dan Yadi Janwari. 2002. Lembaga lembaga Perekonomian Umat, Jakarta: PT. Raja Garfindo Persada.
Soemitra, Andri. 2009. Bank & Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Kencana.

Website:
www.bi.go.id
www.kemendag,go.id
http://www.kompasiana.com/cantika_rachman/peran-baitul-maal-wa-tamwil-bmt-dalam-pemberdayaan-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm_552cc09e6ea83497068b4584
www.portalgaruda.org

Ditulis oleh
Raihan Nurfianto
Kepala Biro Sinergitas Departemen periode 2015-2016 Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip

Pemanfaatan BMT (Baitul Maal Wa Tamwil) Dengan Model Tripple Helix Sebagai Alternatif Pembiayaan UMKM Berbasis Syariah

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar di Indonesia yang menjadi salah satu tumpuan dalam perekonomian. Data UMKM di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, Tahun 2012 jumlah unit UMKM di Indonesia sebesar 56.534.592 unit dan mengalami peningkat pada tahun 2013 sebesar 2,41 % atau 57.895.721 unit dan berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 96,18 % yang ada di Indonesia (Badan Pusat Statistik. 2016).

Peningkatan jumlah UMKM berbanding lurus dengan peningkatan Industri Halal di Indonesia. Akan tetapi peningkatan Industri Halal bagi UMKM di Indonesia memiliki beberapa kendala. Menurut penelitian terdahulu (Effendi Ishak. 2005) Beberapa permasahan yang dihadapi UKM di Negara-negara ASEAN hampir sama, yaitu rendahnya aksesibilitas terhadap pembiayaan dari perbankan adalah kendala utama kurang berkembangnya sektor usaha ini (Asyraf, 2008) hal ini menyebabkan UMKM mengalami kekurangan Modal dalam mengembangkan usahanya. Hal ini disebabkan oleh persayaratan 5C dalam pemberian pembiayaan usaha/kredit oleh bank : Collateral (jaminan), Capacity (kapasitas usaha), Character (karakter peminjam), Capital (modal usaha), Condition of Economy (kondisi perekonomian sektor makro). Diantara kelima persyaratan tersebut, unsure Collateral (jaminan) merupakan factor yang paling sulit dipenuhi oleh UMKM (Dusuki, 2008).

Usaha Kecil yang mulai berkembang di Indonesia memiliki kebutuhan dalam hal permodalan yang belum mampu di jangkau oleh Lembaga Keuangan Bank (LKB) atau Lembaga Keuangan non Bank (LKNB). Ketidakmampuan tersebut terutama dalam sisi penanggungan resiko dan biaya operasi, juga dalam identifikasi usaha dan pemantauan penggunaan kredit yang layak usaha. Ketidakmampuan lembaga keuangan ini menjadi penyebab terjadinya kekosongan pada segmen pasar keuangan di wilayah pedesaan. Akibatnya 70%-90% kekosongan tersebut diisi oleh lembaga keuangan non formal, yaitu para rentenir yang beroperasi dengan mengenakan tingkat suku bunga tinggi yang masuk dalam kategori Riba. Salah satu lembaga keuangan mikro syari’ah (LKMS) masa kini yang paling strategis dan fungsional sebagai alternatif pembiayaan usaha kecil sekaligus melepaskan diri dari jeratan sistem Riba (Bunga) dan mengalihkan pada sistem ekonomi islam adalah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). Untuk mengatasi akses pembiayaan UMKM ini, maka Pemerintah Indonesia telah mencanangkan pengembangan dan pemanfaatan BMT sejak 7 Desember 1995 sebagai gerakan (Obaidullah, 2008). Gerakan Nasional ini bertujuan untuk menjembati kesenjangan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan menggali potensi ekonomi dikalangan ummat Islam. Tahun 2006, sebanyak 3.200 BMT telah tersebar di Indonesia, dengan sekitar 3 juta orang mendapat layanan dari BMT. Oleh karena itu, solusi agar terhindar dari sistem riba dengan cara mengembangkan BMT agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian modal kepada UKM yang tidak terlayani Lembaga Perbankan.

Dalam mengembangkan BMT penulis menggunakan metode Tripple Helix yaitu sinergisitas antar ketiga lembaga yaitu Intellectuals (Intelektual), Business (Bisnis), dan Government (Pemerintah) sebagai para aktor utama penggerak industri Halal. Peran ketiga lembaga tersebut sebagai berikut :
1. Intellectual, kaum intelektual yang berada pada institusi pendidikan formal, informal dan non formal yang berperan sebagai pendorong lahirnya ilmu dan ide yang merupakan sumber kreativitas dan lahirnya potensi kreativitas insan Indonesia, Intellectual dalam hal ini Masyarakat kampus atau Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) mempunyai peran dalam memberikan Edukasi kepada Pelaku Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) agar menjadikan BMT (Baitul Mall Wa Tamwil) sebagai alternatif Pembiayaan UMKM berbasis Syariah yang terhindar dari unsur riba.
2. Business, pelaku usaha yang mampu mentransformasi kreativitas menjadi bernilai ekonomis, Businnes juga berperan dalam memasarkan produk Industri Halal yang diproduksi oleh UMKM berbasis Syariah.
3. Government, pemerintah selaku fasilitator dan regulator agar BMT (Baitul Mall Wa Tamwil) dapat dijadikan badan keuangan yang memiliki potensi dalam mengembangkan Industri Halal di Indonesia.
Adapun langkah-langkah pengembangan BMT. 
a. Pembinaan terhadap Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) BMT. 
Merintis usaha-usaha untuk memperkuat kelembagaan, permodalan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) LKMS BMT. 
b. Merintis usaha-usaha untuk menanggulangi masalah likuiditas antar LKMS BMT.
Meningkatkan  kerjasama jaringan antar LKMS BMT dan antar Lembaga-Lembaga Pendamping dari LKMS BMT. 
c. Meningkatkan kualitas manajemen BMT sehingga layanan yang diberikan kepada nasabahnya dapat ditingkatkan. 
d. Melakukan akreditasi LKMS BMT agar setiap BMT termotivasi untuk menciptakan inovasi sistem keuangan yang baik dan baru.

Implementasi dari BMT (Baitul Maal Wa Tamwil) tersebut akan memaksimalkan pemberian modal terhadap UKM di Indonesia yang bebas dari unsur riba dan sebagai pusat industri halal sehingga disebut UMKM basis Syariah karena terhindar dari pembiayaan yang mengandung unsur riba yang dapat merugikan salah satu pihak. Karena riba yang ditawarkan seperti penolong tapi sebenarnya menjerat si pemimjam disebabkan bunga yang sangat tinggi. Allah Swt Berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkeberuntungan.” (Q.S. Ali Imran: 130).

Ditulis oleh
Endi Deswanto
Staff Biro Penelitian dan Prestasi Departemen Kajian dan Penelitian Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip