• 082280336808 (Maryam)
  • ksei.febundip@gmail.com

Author Archive

E-Money dalam Perspektif Syariah

Indonesia saat ini mengalami gejala perubahan iklim ekonomi yang semakin kompetitif dan modern. Hal ini terlihat dari beragamnya transaksi ekonomi maupun kegiatan ekonomi yang mengadopsi teknologi sebagai penunjangnya. Salah satunya yaitu penggunaan electronic money (e-Money) atau uang elektronik dalam model transaksi di masyarakat. Suatu negara yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan uang elektronik sebagai sarana pembayaran dapat dikatakan sebagai negara maju. Dengan kata lain, indikator kemajuan suatu negara dapat direpresentasikan melalui penggunaan uang elektronik yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakatnya.
Menurut Mastercard Advisors dari data The Cashless Journey, Indonesia hingga saat ini masih berada pada posisi negara tahap awal dikarenakan penggunaan e- money secara kolektif masyarakatnya masih berkisar 31 persen berbeda dengan negara maju seperti Perancis, Belanda, Swedia, Inggris dan Kanada rata-rata partisipasi masyarakat dalam penggunaan e-Money lebih dari kisaran 85 persen.

Dari data publikasi BI mengenai uang elektronik, Indonesia mengalami fase perkembangan yang dikategorikan signifikan. Hal ini terlihat dari skala nilai transaksi uang elektronik yang mencapai Rp 5,28 T pada tahun 2015 dan meningkat di tahun 2016 hingga kisaran 5,49 T. Fakta ini menjadi legitimasi yang kuat bahwa daya terima masyarakat terhadap uang elektronik semakin tinggi.

Lantas bagaimana pandangan syariah terhadap e- money ini?
Uang elektronik pada dasarnya sama seperti uang biasa karena memiliki fungsi sebagai alat pembayaran atas transaksi jual beli barang. Dalam perspektif syariah hukum uang elektronik adalah halal. Kehalalan ini berlandaskan kaidah, setiap transaksi dalam muamalah pada dasarnya diperbolehkan kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya, maka saat itu hukumnya berubah menjadi haram. Saat ini beberapa Bank Syariah juga telah mengeluarkan produk yang terkait dengan uang elektronik. Salah satunya pada tanggal 28 Maret 2016, MUI telah mengeluarkan sertifikat syariah pada produk uang elektronik syariah yang diakui oleh Dewan Syariah Nasional. Produk uang elekronik syariah pertama ini dinamakan True Money Witami. Uang Elektroik ini dikeluarkan oleh PT Witami Tunai Mandiri. Inovasi uang elektronik True Money Witami ini terlibat langsung dalam berbagai transaksi syariah. Transaksi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor ekonomi syariah yang mengelola dana-dana keagamaan secara lebih produktif dan profesional. Adapun ketentuan dan batasan uang elektronik syariah, yaitu wajib terhindar dari transaksi yang ribawi, gharar, maysir, risywah, israf, dan transaksi dari objek yang haram atau maksiat.

Terkait akad antara penerbit dengan pemegang uang elektronik e-money menggunakan akad wadi’ah atau akad qardh. Dalam hal akad yang digunakan wadi’ah, maka berlaku ketentuan dan batasan akad wadi’ah. Yaitu, jumlah nominal elektronik bersifat titipan yang dapat diambil atau digunakan oleh pemegang kapan saja. Jumlah elektronik yang dititipkan tidak boleh digunakan oleh penerima titipan (penerbit) kecuali atas izin pemegang kartu. Dalam hal jumlah nominal uang elektronik yang dititipkan digunakan oleh penerbit, maka akad titipan (wadi’ah) berubah menjadi akad pinjaman (qardh). Ketentuan khusus jumlah nominal uang elektronik yang ada pada penerbit harus ditempatkan kepada bank syariah. Jika kartu yang digunakan sebagai media uang elektronik hilang maka jumlah nominal yang ada di penerbit tidak boleh hilang sehingga timbul rasa aman bagi pemegang e-money syariah

Namun saat ini berkembang polemik seputar uang elektronik yaitu munculnya besaran biaya pada proses Top-up e-Money . Munculnya biaya Top – up dianggap tidak rasional karena jika dianalogikan secara sederhana bagaimana mungkin seseorang yang membelanjakan uangnya sendiri dibebankan biaya dari uang yang dikeluarkan dan hal tersebut bisa menjurus kearah riba. Menanggapi hal tersebut e-money syariah harus menggunakan skema fee yang didapatkan penerbit bukan dari transaksi yang dilakukan, melainkan mendapatkan fee dari biller atau agen karena membantu membayarkan. Skema ini digunakan sembari menunggu fatwa tentang e-money syariah dari DSN MUI resmi diterbitkan . Dengan cara tersebut insya allah e-money syariah terhindar dari unsur ribawi.
Wallahu a’lam bi al-showab.

Ditulis oleh
Zulva Aprilia
Staff Pengembangan Sumber Daya Insani periode 2016-2017 Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip

Al-Amwal Edisi Ke-16

KSEI FEB Undip

Bisnis Islami

Semua manusia yang ada di bumi diperintahkan untuk beribadah dan bekerja. Islam menganjurkan setiap pemeluknya untuk selalu bekerja. Bekerjalah seperti engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh seakan engkau akan meninggal esok hari. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath Thabrani dan Baihaqi).

Tentunya bekerja dalam rangka mengharapkan ridha Allah SWT, haruslah mencari pekerjaan yang halal. Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu hadis yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath-Thabrani dan Baihaqi). Hadis tersebut kemudian diperkuat dengan firman Allah dalam surah al-A’raff ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya, Kami menempatkan kalian sekalian di muka bumi dan Kami memberikan kalian di bumi itu (sumber) penghidupan”. Firman Allah SWT di atas sudah sangat jelas bahwa Allah SWT meminta kepada manusia untuk bekerja mencari sumber penghidupan yang sudah disediakan oleh Allah SWT. Hal tersebut kemudian dipertegas dalam hadis agar dalam mencari sumber rejeki haruslah dengan jalan yang halal karena mencari rezeki halal adalah wajib hukumnya.

Setelah mengetahui kewajiban kita dimuka bumi untuk mencari rizki yang halal, kita sebaiknya menjalankan bisnis dalam kaidah agama islam. Apa itu bisnis islami? Bisnis Islami adalah segala bentuk bisnis dengan dibatasi oleh cara mendapatkan dan memberdayakan harta agar selalu halal dan menolak hal-hal yang bersifat haram atau dapat didefinisikan sebagai aktivitas bisnis-ekonomi dengan berbagai bentuk yang tidak ada batasan dalam hal kepemilikan harta baik itu jasa maupun barang, namun dibatasi dalam hal cara memperoleh dan pendayagunaan harta lantaran aturan haram dan halal menurut Islam.

Tujuan bisnis syariah sendiri mengacu kepada bisnis yang bila dilakukan tidak merugikan satu pihak maupun pihak lainnya sehingga tidak mengandung sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT. Haram yang dimaksud adalah haram zatnya, yaitu menjual barang yang dilarang dalam syariat Islam dan haram selain zatnya, yaitu berbisnis dengan menggunakan prinsip riba, maihsir dan gharar Meskipun menggunakan dasar syariah, akan tetapi bisnis berbasis syariah ini tetap memiliki tujuan untuk mencari keuntungan. Tentu saja keuntungan yang dihalalkan menurut syariat islam.

Perbedaan bisnis konvensional dengan bisnis yang berbasis syariah terletak dalam tujuannya, yaitu bisnis berbasis syariah tidak hanya mengejar keuntungan duniawi semata, namun juga berorientasi pada falah, yaitu mencapai tujuan panjang pada hidup yang berupa kemenangan dalam dunia dan akhirat. Diantara implementasi dai hal tersebut dalah adanya kewajiban dari pengusaha untuk mengeluarkan zakat berdasarkan keuntungan yang telah didapatkan. Zakat adalah Corporate Social Responsibility (CSR) yang cukup baik, sebab dapat meningkatkan kesejahteraan dan kondisi ekonomi masyarakat agar dapat menimbulkan hubungan baik antara masyarakat dan pengusaha. Selain itu, secara tidak langsung pengusaha telah meningkatkan nilai ibadah dengan berzakat. Sedangkan manfaat dari kita menjalankan bisnis islami menurut komunitas pegusaha muslim Indonesia adalah:
• Keberlangsungan. Target yang telah dicapai dengan pertumbuhan setiap tahunnya harus dijaga keberlangsungannya agar perusahaan dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama.
• Keberkahan. Semua tujuan yang telah tercapai tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada keberkahan di dalamnya. Maka bisnis Islam menempatkan berkah sebagai tujuan inti, karena hal tersebut merupakan bentuk dari diterimanya segala aktivitas manusia. Keberkahan ini menjadi bukti bahwa bisnis yang dilakukan oleh pengusaha muslim telah mendapat ridha dari Allah SWT dan bernilai ibadah.
• Pertumbuhan. Jika profit materi dan profit non materi telah diraih, perusahaan harus berupaya menjaga pertumbuhan agar selalu meningkat. Upaya peningkatan ini juga harus selalu dalam koridor syariah, bukan menghalalkan segala cara.
• Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri. Artinya bahwa bisnis tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.
• Benefit. Yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga berorientasi kepada nilai-nilai sosial dan spiritual.

Ditulis oleh
Ulfa Wahyudiana
Wakil Manager Bisnis Islam periode 2015/2016 Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip

Membangun Negeri dengan Menegakkan Prinsip Ekonomi Syariah melalui SET 1

Sabtu, 18 November 2017 KSEI FEB Undip telah melaksanakan SET 1 (Sharia Economic Training 1) dengan tema “Menjadi Pemuda Pembangun Negeri dengan Menegakkan Prinsip Ekonomi Syariah”. Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Open Recruitment KSEI FEB Undip. Sesuai temanya, SET 1 ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para calon pejuang ekonom rabbani mengenai ekonomi Islam, tentang FoSSEI, dan tentang keorganisasian. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di ruang EB 3.8 Gedung B Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Tembalang, Semarang. Dibuka oleh Alam Armansyah selaku MC kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FoSSEI yang dipandu oleh Yasri Tata. Kemudian pembacaan tilawatil Al-qur’an oleh Manarul Hidayat. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama yakni sambutan Ketua Panitia SET 1 dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KSEI FEB UNDIP. Diakhiri dengan sambutan pembina KSEI FEB Undip yakni Bapak Adityawarman.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Ibu Fajar Fitriana dari perwakilan Otoritas Jasa Keuangan. Ibu Fitriana memberikan materi mengenai pengantar ekonomi Islam. Kemudian dilanjutkan oleh rekannya yakni Bapak Catur yang menerangkan mengenai perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. Seusai pemaparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. Pemberian plakat diberikan kepada Ibu Fitria. Sesi kedua pemaparan materi disampaikan oleh Darihan Mubarak yakni Presidium Nasional FoSSEI yang memberikan materi mengenai ke-FoSSEI-an dan keorganisasian. Mengenalkan pada para calon pengurus KSEI tentang apa itu FoSSEI dan peran FoSSEI serta memberikan tips-tips dalam berorganisasi. Dilanjutkan dengan tanya jawab kemudian penyerahan plakat. Usai materi, para peserta SET 1 dipersilahkan untuk ishoma.

Setelah ishoma, peserta diperkenalkan kepada para pengurus harian mulai dari presiden, wakil presiden, manager, kabiro, dan staff ahli di kepengurusan 2018. Kemudian peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan FGD (Forum Group Discussion). Sebelum FGD dimulai, acara SET 1 ditutup dengan doa. FGD ini menjadi salah satu penilaian bagi peserta Oprec untuk menjadi pengurus KSEI. Peserta diberikan kasus mengenai halal lifestyle kemudian memilih peran dari 4 peran yakni Pemerintah, Masyarakat, Pelaku bisnis, dan Mahasiswa. Selanjutnya mereka mempresentasikan analisis SWOT terhadap tema tersebut sesuai sudut pandang dari peran mereka masing-masing. Usai FGD dilanjutkan dengan kegiatan santai yakni tanya jawab mengenai KSEI.


KSEI FEB Undip

Press Release: Studi Banding KSEI Comes BPD Jateng

Jumat, 17 November 2017 KSEI FEB Undip mendapat kunjungan studi banding dari KSEI Comes BPD Jateng. Anggota KSEI Comes BPD Jateng yang hadir pada stuban ini sejumlah 16 orang sedangkan KSEI FEB UNDIP 13 orang. Acara ini dimulai pada pukul 15.45 WIB di Masjid At-Taqwa FEB Undip yang dibuka oleh Alam Armansyah sebagai MC dan diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Rahmat Fitriansyah. Acara selanjutnya yaitu sambutan. Sambutan pertama dari Ketua KSEI FEB UNDIP dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KSEI Comes BPD Jateng.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI FEB UNDIP terkait struktur organisasi, program kerja, tugas dan wewenang oleh ketua KSEI FEB UNDIP. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI Comes BPD Jateng. Berdasarkan hasil presentasi profil masing-masing DPM ini di diketahui bahwa ada beberapa kesamaan dan perbedaan-yang ada pada struktur organisasi, program kerja tugas dan wewenang.

Acara selanjutnya diteruskan dengan sesi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan diskusi per departemen. Pada sesi ini KSEI FEB UNDIP dan KSEI Comes BPD Jateng sangat antusias dalam melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Sesi ini berlangsung selama satu jam.
Setelah acara dipending dan dilaksanakan solat magrib bersama, tepat pada pukul 18.30 WIB acara ini ditutup oleh MC. Sebelum penutupan, ada penyerahan cinderamata yang diberikan oleh KSEI FEB UNDIP kepada KSEI Comes BPD Jateng dan sebaliknya. Setelah acara ditutup kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama.

KSEI FEB Undip

Kisah Sang Nahkoda

Alkisah, seorang nahkoda menatap sebuah kapal besar di bibir pantai. Dia menyetuh bagian bawah kapal, dan menerawang jauh, bagaimana dirinya dan anak buahnya, “bertemu” dengan kapal ini, dalam satu ikatan ukhuwah yang sama.

Nahkoda itu tersenyum. Tak terasa, setahun berlalu, sejak kapal ini dipimpin olehnya. Sepertinya, sudah waktunya, “sang kapal” mendapat pemimpin baru,untuk melanjutkan petualangannya di lautan luas, demi satu tujuan, berdakwah di jalan yang diridhai-Nya.

Amanah memang tidak pernah salah dalam memilih pundak. Dan takdir sudah melukiskan siapa orangnya. Barakallah Endi Deswanto sebagai Presiden KSEI FEB Undip periode 2017/2018!🤗😀

Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya di kepengurusan selanjutnya, aamiin🙏 Hamasah Akhi😊✊

KSEI FEB Undip

Suksesi KSEI FEB Undip 2017

Minggu, 29 Oktober 2017 KSEI FEB Undip melaksanakan pemilihan calon Presiden KSEI yang baru untuk masa jabatan di tahun 2017/2018 yang bertempat di Lantai 1 Student Center Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus KSEI dan para Dekom, sesuai dengan AD/ART bahwa dalam melakukan pemilihan tersebut sah apa bila di hadiri oleh ½ + 1 dari yang hadir. Alhamdulillah syarat tersebut terpenuhi sehingga pemilihan dapat dilaksanakan. Tepat pukul 09.30 WIB acara dibuka oleh MC, yaitu Akhina Endi Deswanto. Kemudian adanya pembacaan Tilwah Alquran oleh akhina Rahmat Fitriyansah, setelah itu sambutan Presiden KSEI akhina Vega Alberta. Demi berjalannya acara, dipilih 3 orang menjadi Presidium sementara yakni Satrio Fathurrahman, M. Faiq, dan Alam Armansyah.
Selanjutnya adanya pembahasan dan pengesahan agenda siding, pembahasan dan pengesahan tata tertib siding, pemilihan dan pengesahan presidium tetap.

Kemudian disambung dengan pemilhan calon presiden KSEI berkompeten berdasarkan pendapat para peserta sidang. Terdapat 8 (delapan) orang yang terpilih diantarannya
Firhan Oktavian W. (Akuntansi 2015)
Afif Arfenda (Manajemen 2015)
Achmad Hammam (Ekonomi Islam 2016)
Victorio Aqsa F. (Ekonomi Islam 2016)
Satrio Fathurrahman (Ekonomi Islam 2016)
Endi Deswanto (Akuntansi 2016)
Lindung Wicaksono (IESP 2015)
Rahmat Fitriansyah (Ekonomi Islam 2015)

Dilanjutkan dengan sesi Fit and Proper Test, didapat 4 calon yang lolos yakni:
Achmad Hammam (Ekonomi Islam 2016)
Victorio Aqsa F. (Ekonomi Islam 2016)
Satrio Fathurrahman (Ekonomi Islam 2016)
Endi Deswanto (Akuntansi 2016)

Keempat calon yang lolos ini, selanjutnya membacakan visi misi dan dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai bagaimana mereka akan membawa kepengurusan KSEI di tahun depan. Seusai pembacaan visi misi dan tanya jawab, peserta sidang bermusyawarah untuk menentukkan siapa yang akan memimpin KSEI FEB Undip setahun mendatang. Alhamdulillah wa innalillah, terpilihlah Endi Deswanto sebagai Presiden KSEI FEB Undip periode 2017/2018 mendatang. Diharapkan Akhi Endi dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya di kepengurusan selanjutnya. Membawa KSEI tetap istiqomah dalam mendakwahkan ekonomi islam dan tetap menjaga ukhuwah.


KSEI FEB Undip

OPEN RECRUITMENT KSEI FEB UNDIP

📢 [OPEN RECRUITMENT] 📢

Assalamualaikum wr.wb

Hai sahabat ekonom rabbani! Alhamdulillah rangkaian open recruitment dan Sharia Economic Training 1 telah dibuka untuk mahasiswa/mahasiswi FEB angkatan 2016 & 2017. Jangan lewatkan rangkaian oprec KSEI kali ini ya kawan!!😉

🔸Alur open recruitment :

1. Pengumpulan Form
📅 24 Oktober – 10 November 2017
📝 Download Form di Formulir Pendaftaran KSEI FEB Undip
📩Pengumpulan di sekre KSEI gedung pkm lt. 1 FEB Undip

2. Sharia Economic Training 1
📅 Sabtu, 18 November 2017
🕘 09.00 – selesai

3. Interview
📅 19 November 2017

4. Pengumuman
📅 22 November 2017

Pastikan dirimu mendaftar Open Recruitment dan Sharia Economic Training 1 untuk menjadi bagian dari keluarga besar KSEI FEB Undip ya😊🙋

Salam cerdas, Hati ikhlas, Kerja Keras!

KSEI FEB Undip

Al-Amwal Edisi Ke-15

KSEI FEB Undip

Pentingnya Bershalawat di Hari Jum’at

Shalawat merupakan bentuk kata jamak dari bahasa arab, bentuk kata tunggalnya adalah salat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan dan ibadah.‎
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]
Diriwayatkan bahwa makna shalawat Allah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pujian Allah atas beliau di hadapan para Malaikat-Nya, sedangkan shalawat Malaikat berarti mendo’akan beliau, dan shalawat ummatnya berarti permohonan ampun bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Shalawat merupakan amalan yang paling hebat namun banyak dilalaikan umat muslim. Sholawat merupakan bagian kecil dalam meniru dan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya. Jika kita menginginkan kemudahan dan kesuksesan, perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah SAW maka akan semakin baik dan menjadi salah satu amal kita sehari-hari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat muslim untuk memperbanyak membaca shalawat kepadanya pada hari Jum’at. Sebab pada hari Jum’at merupakan hari yang paling mulia. Oleh karena itu, sangat dianjurkan kepada umat muslim untuk menyempatkan waktunya di hari Jum’at untuk membaca shalawat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا.
“Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jum’at, barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Keutamaan bershalawat pada hari Jum’at:
1. Jika bershalawat satu kali pada hari Jumat, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali. Maksud Allah bershalawat kepada Nabi SAW adalah dengan memberi rahmat-Nya untuk manusia yang bershalawat.
2. Mengucapkan shalawat pada hari Jumat akan disaksikan oleh malaikat dan malaikat akan bershalawat 10 kali kepada mereka yang membacanya dan memintakan ampunan untuk manusia tersebut.
3. Siapa yang paling banyak bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat, maka akan dekat kedudukannya dengan Nabi SAW di Yaumil Mahsyar kelak. 
4. Memperbanyak membaca shalawat pada hari dan malam jumat, maka Nabi Muhammad akan menjadi saksi dan penolongnya pada hari kiamat.
5. Memperbanyak shalawat pada hari Jumat sebanyak seribu kali, maka ia tidak akan mati sebelum melihat surga sebagai tempat tinggalnya. 
6. Barangsiapa membacakan shalawat untukku pada hari jumat, maka shalawat itu akan menjadi syafaat baginya besok di hari kiamat.
7. Siapa yang shalat ashar pada hari Jumat, kemudian sebelum berdiri meninggalkan shalatnya membaca “Allaahumma Shalli ‘Alaa Muhammad An-Nabiyyil Ummiyyi wa ‘Alaa Alihi wa Shahbihi Wa Sallim Tasliiman Katsiira” sebanyak delapan puluh kali, maka dosa-dosanya selama delapan puluh tahun akan diampuni dan akan dituliskan pahala ibadah selama delapan puluh tahun untuknya.”

Shalawat merupakan amalan yang mudah dilakukan, namun dalam menjalankannya akan banyak godaan karena aktivitas dunia yang membuat kita lupa akan pentingnya bershalawat. Oleh karena itu, mari kita intropeksi diri kita, renungkan dan rasakan betapa banyaknya manfaat yang dapat diambil jika kita melakukan amalan allah salah satunya bershalawat. Marilah kita bershalawat selagi masih ada kesempatan dan terus mencoba dengan keyakinan dalam menjalankan amalan yang juga dilakukan oleh Allah SWT dan malaikat-Nya.

Ditulis oleh
Marlita Dwi Widhayanti
Sekretaris II Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI FEB Undip